Last Updated on 1 May 2021 by Kho Ping Hoo Hanzi 許平和; Pinyin Xu Pinghe merupakan tokoh Tionghoa Indonesia yang dikenal sebagai seorang penulis cerita2 silat cersil bertema Tiongkok kuno dunia Kang Aw; Jiang Hu. Sosok yang bernama Indonesia Asmaraman Sukowati ini lahir di Sragen, 17 Agustus 1926, dan meninggal dunia di usia 67 tahun pada 22 Juli 1994 di Solo. Biografi Kho Ping Hoo Nama Lengkap Asmaraman Sukowati Nama Lain Kho Ping Ho Hanzi 許平和; Pinyin Xu Pinghe Tempat, Tanggal Lahir Sragen, 17 Agustus 1926 Meninggal Solo, 22 Juli 1994 usia 67 Pasangan Ong Ros Hwa Rosita Pekerjaan Penulis cerita silat A. Masa Kecil dan Kehidupan Awal Kho Ping Hoo, “Jalan Pedang” Sang Penulis Cersil Kho Ping Hoo merupakan warga keturunan Tionghoa yang berdarah jawa. Ia merupakan anak sulung dari 12 bersaudara. Kho Ping Hoo sendiri menikah dengan Ong Ros Hwa, seorang gadis asal daerahnya pada tahun 1945. Keduanya memiliki 13 orang anak; dimana 2 diantaranya meninggal saat usianya masih muda. Ia juga tercatat mempunyai 8 cucu. Jalan Pedang Kho Ping Hoo, begitu judul yang dibuat oleh ilustrasi Kho Kian Po, ayah dari Kho Ping Hoo, semasa mudanya pernah belajar ilmu beladiri Shaolin. Karena itu ayahnya mewariskan ilmu beladiri tersebut kepadanya, agar sang anak membiasakan diri untuk hidup disiplin. Kho memulai pendidikan dasarnya di sekolah kolonial Belanda, HIS Zendings School. Selain bersekolah, Ia sendiri mengikuti kursus tata buku. Namun pendidikannya terhenti di kelas 1 MULO setingkat SMP, dimana usianya kala itu yang masih 14 tahun, Ia sudah tidak bersekolah dan bekerja menjadi pelayan toko. Ketika Jepang memasuki kota Solo, Ia pindah ke Surabaya dan bekerja sebagai penjual Obat, seperti pil kina obat malaria ke toko. Di masa itu Ia juga sempat di digembleng oleh Kaibotai semacam hansip Jepang yang pendidikannya seperti pelatihan Militer. Setelah itu Kho muda bergabung ke dalam Barisan Pemberontak TiongHoa BPTH, yang saat itu bersekutu dengan Barisan Pemberontak rakyat Indonesia BPRI. Kho Ping Hoo sendiri selama hidupnya memeluk agama Kristen. Namun ia memberikan kebebasan kepada anak-anaknya dalam memilih keyakinannya masing-masing. B. Mendirikan Usaha Pembuatan Rokok Usai perang kemerdekaan tahun 1945, Kho Ping Hoo sempat bekerja di Kudus. Namun di tahun 1947 Ia kembali ke Sragen dan membuka usaha rokok kecil-kecilan, dimana ilmu memelinting rokoknya didapat saat ia bekerja sebagai buruh di pabrik rokok Djarum, Kudus, Jawa tengah. Namun sayang usahanya tidak bertahan lama di tahun itu, setelah pasukan Belanda datang mengobrak-abrik tempat usahanya pada Agresi Militer Belanda II. Akhirnya Ia pun harus mengulang usahanya kembali dari Nol. Saat perang, Kho datang ke pengungsian dan menetap selama 2 tahun di kota Solo hingga tahun 1949. Tak lama kemudian Ia berpindah ke Tasikmalaya dengan membawa istri dan anaknya. Disinilah dirinya dan keluarganya mempunyai semangat baru untuk memperbaiki hidup. Di Tasikmalaya Kho bekerja menjadi Staff anemer yang saat itu sedang membangun sebuah Rumah Sakit di Banjarnegara. Kesuksesan sedikit demi sedikit diraihnya. Di tahap Akhir Ia menjadi ketua asosiasi Perusahaan Pengusaha Pengangkutan Truk P3T di kawasan Priangan Timur. Meski tidak memiliki truk sendiri hanya menyewa, namun Ia sangat menyukai pekerjaan barunya. C. Perjalanan Karir Sebagai Seorang Penulis Cerita Silat Sebelum dikenal sebagai seorang penulis cerita silat, Kho Ping Hoo pernah menulis cerita tentang detektif, cerpen dan novel yang dimuat berbagai majalah seperti Liberty, Pancawarna dan Star Weekly. Dalam karya-karya tulisannya Ia menggunakan nama samaran nama penulis yaitu “Asmaraman”. Tulisannya saat itu banyak dimuat di berbagai majalah terkenal, meski sebelumnya tidak sedikit yang ditolak penerbit. Saat itu, Ia hanya menulis cerita roman saja, bahkan tidak pernah tersirat akan membuat tulisan mengenai cerita silat. Kho Ping Hoo, yang memiliki nama pena Asmaraman S. Ketertarikan Kho Ping Hoo dalam dunia tulis-menulis muncul saat Ia menetap di Tasikmalaya. Pada tahun 1958 Ia pernah menulis cerpen dan mengirimkannya pada beberapa majalah terkenal pada saat itu, seperti Star Weekly, Pantjawarna, Liberty, Tjermin, Trio dan Taruna Bhakti. Pada tahun 1959 majalah Teratai didirikan, dan untuk melengkapi isi majalah tersebut redaksi mengusulkan agar di isi dengan cerita silat. Pada saat itu, Kho Ping Hoo lah yang bertugas untuk mengisi rublik cerita silat tersebut. Saat itulah kemudian muncul cerita silat pertama Kho Ping Hoo yang berjudul “Pedang Pusaka Naga Putih”. Karya tulis tersebut sebenarnya merupakan ketidaksengajaan dan terpaksa dibuat. Namun ternyata respon pembaca justru positif. Kemudian karya tulis silat Kho tersebut dibuat menjadi cerita bersambung dan dimuat dalam beberapa majalah seperti Selecta, Monalisa dan Roman. Awalnya beliau bekerja sebagai koresponden Surat Kabar Harian Keng Po. Ia juga sempat menjadi koresponden di harian Barisan Pikiran Rakyat Bandung di tahun 1960-an. Setelah berganti-ganti pekerjaan, akhirnya Kho Ping Hoo memutuskan untuk menekuni tulis menulis cerita saja. Kho mencoba membuat sandiwara cerita dan berperan sebagai pemain sekaligus sutradaranya. Hasil karya tullisan Kho berkembang dengan sangat pesat dalam bentuk buku saku cerita silat Tionghoa. Kho yang awalnya tidak terlalu bisa bahasa mandarin tidak sekolah tinggi, dan tidak mendapat pendidikan bahasa Tionghoa mencoba mempelajari sejarah Tiongkok secara otodidak; namun bukan dari bahasa aslinya, melainkan dari buku-buku sastra berbahasa Inggris dan Belanda, karena ia sangat baik menguasai ke 2 bahasa tersebut. Selain itu, beliau juga terinspirasi dari film2 silat Hongkong dan Taiwan. Ia juga tertarik dengan sejarah klasik Indonesia. Beberapa karya tulis bertema sejarah lokal yang terkenal seperti “Badai Laut Selatan” yang diterbitkan tahun 1969, dan “Darah Mengalir di Borobudur” yang diterbitkan tahun 1961; dimana ke 2 judul tersebut juga pernah disandiwara-radiokan dialog dalam radio. Kho Ping Hoo terkenal berkat tulisannya mengenai cerita2 silat berlatar belakang sejarah Tiongkok kuno jaman dinasti. Diantaranya yang terkenal adalah Pendekar Bodoh 1961, Pendekar Super Sakti 1969, Perawan Lembah Wilis 1970, Istana Pulau Es 1972, Bu Kek Siansu 1973, dan Asmara si Pedang Tumpul 1985. Meski ia tidak mahir membaca dan menulis dalam bahasa mandarin, namun imajinasi dan bakatnya dalam menulis cerita silat ini sangat luar biasa, sehingga penggemarnya sangat luas, bahkan hingga ke dataran Tiongkok sendiri! Cerita2 silatnya waktu itu dibaca siapa saja, tidak mengenal generasi tua maupun muda. Cerita silat “Tangan geledek” karya Kho Ping Hoo tahun 1964, tampak bukunya yang telah dicetak ulang dengan gaya yang lebih modern ilustrasi Hingga akhir hayatnya, Kho Ping Hoo sudah menulis lebih dari 200 judul cerita, dimana 120 diantaranya bertema cerita silat. Beberapa ceritanya juga pernah diketoprakkan pentas drama panggung tradisional. Pada awal tahun 1980-an, Kho Ping Hoo mampu menghasilkan 2 juta rupiah per bulan dari mengarang cerita saja. Dari penghasilan menulisnya, Ia mampu menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, dan berhasil mempunyai percetakan sendiri. Sebah rumah vila berhalaman luas yang terletak di Tawangmangu juga berhasil dibeli berkat hasil cerita karangannya. Beliau tidak merokok dan tidak makan daging. Minumnya hanya air putih. Kadang2 menyepi sendirian di kamar atau di hutan untuk “merenungi misteri Tuhan,” katanya. Caranya dalam mengarang cerita gampang saja. Bahan cerita sudah lama mengendap di otaknya. Yang penting tulis dulu sinopsis atau garis besar ceritanya. “Begitu menghadap mesin ketik, langsung saja jalan,” katanya. Istrinya Roos Hwa, alias Rosita, ikut menilai dan menimbang isi bukunya sebelum dibaca oleh masyarakat umum. Para komikus juga memberi usul agar ceritanya dibuat komik. Selain diketoprakkan dan disandiwara-radiokan, juga terdapat 3 judul cerita yang pernah dibuatkan film berseri, yakni berjudul “Dendam di Anak Haram”, “Darah Daging” dan “Buaian Asmara”. Selain itu, 2 cerita silatnya juga diangkat ke layar lebar, yakni“Badai Laut Selatan” di tahun 1991 dan “Perawan Lembah Wilis” di tahun 1993. Ke-2 film yang diangkat ke layar lebar tersebut juga diangkat dalam bentuk sinetron film berseri dan disiarkan oleh Televisi Pendidikan Indonesia TPI. Karya-karya Kho Ping Hoo mempunyai arti penting di hati para pembaca Indonesia, terutama pada para keturunan Tionghoa. Karena pada masa tersbebut kebudayaan Tionghoa mendapat tekanan di pemerintah Indonesia. Dalam karya2 tulisannya juga terkandung sumber informasi seputar kebudayaan Tionghoa, seperti sejarah, agama, bahkan moral yang terkandung dalam ceritanya, meskipun itu hanya cerita fiksi. Walau dalam cerita silatnya banyak fakta sejarah dan tata telak tempat Tiongkok yang tidak sesuai kenyataan karena tidak memiliki akses ke sumber2 sejarah Negeri Tiongkok, namun cerita silat karya Kho Ping Hoo tetap berkesan di hati para pembaca. Bahkan karya2 tulisannya membentuk watak bagi para penggemarnya, membangkitkan rasa ingin tahu dan keinginan pembaca untuk belajar lebih banyak tentang budaya Tiongkok. Tutur kata dan gaya bahasa yang khas digunakan oleh Kho Ping Hoo dalam menulis mewakili rasa keperanakannya. Peran Kho Ping Hoo bagi kehidupan sastra di Indonesia membawa pengaruh yang sangat kuat dalam memotivasi penulis2 Indonesia untuk membuat jenis cerita yang sama. Diantaranya yang mengikuti jejak Kho adalah Mintardja, Herman Pratikto, dan Arswendo Atmowiloto. D. Daftar Karya Cerita Silat Cersil Kho Ping Hoo yang Terkenal Tampak buku2 cerita silat karya Kho Ping Hoo. Di era 1970-1990 tempat usaha penyewaan buku begitu laris bak kacang karena judul2 buku ini. ♦ Versi Bahasa Hokkian/Mandarin Bu kek sian su無極先師/武客仙士 Wuji Xianshi/Wu Ke Xian Shi Pek liong po kiam 白龍寶劍 Bai Long Baojian Bu beng kiam hiap 無名劍俠 Wuming Jianxia Ang lian li hiap 紅蓮女俠 Honglian Nu Xia Pek i li hiap 白衣女俠 Baiyi Nu Xia Sin kun bu tek 神拳無敵 Shen Quan Wudi Kang lam koai hiap 江南怪俠 Jiangnan Guai Xia Ji liong jio cu 雙龍追珠 Shuanglong Zhui Zhu Huang ho sian li黃河仙女 Huanghe Xiannu Ang hong cu/Ang li hiap 洪女俠 Hong Nu Xia Ouw yang heng te 歐陽杏茶 Ouyang Xing Cha Tian hong kiam 天峰劍 Tian Feng Jian Ouw yan cu 歐陽子 Ouyang Zi Gin kiam gi to 銀劍儀道 Yin Jian Yi Dao Liong san tung hiap 龍山洞俠 Long Shandong Xia Thian lok si 天祿寺 Tian Lu Si Sam liong sia tian 三龍謝天 San Long Xie Tian Kang lam ciu hiap 江南柔俠 Jiangnan Rou Xia Hoa san tai hiap 華山大俠 Huashan Da Xia Santung Koai hiap 山東怪俠 Shandong Guai Xia Siauw lim sam li hiap 小林三女俠 Xiaolin San Nu Xia Ang liong pek ho 紅龍白虎 Hong Long Baihu Hwee tian mo li 飛天魔女 Feitian Mo Nu Toat beng mo li 奪命魔女 Duo Ming Mo Nu Hwa i enghiong 華裔英雄 Huayi Yingxiong Sam liong to 三龍道 San Long Dao Sin kiam hok mo 神劍伏魔 Shen Jian Fu Mo Sian li eng cu 仙女英子 Xiannu Yingzi Ang i nio cu 紅衣娘子 Hongyi Niangzi Bu eng cu 無影珠 Wu Ying Zhu Kim kong kiam金光劍 Jinguang Jian Cheng hoa kiam 精華劍 Jinghua Jian Kun lun hiap kek 崑崙俠客 Kunlun Xiake Pek Lui Eng 白雷英 Bai Lei Ying Kiam Ong 劍王 Jian Wang Hei Liong Kiam 黑龍劍 Hei Long Jian Yu Liong Kiam玉龍劍 Yu Long Jian Bukek Siansu, salah satu judul cerita silat Kho Ping Hoo yang paling terkenal ♦ Versi Judul Bahasa Indonesia 1. Serial Bu Kek Sian Su 無極先師; Wu Ji Xian Shi Bu Kek Sian Su 1973 Suling Emas 1968 Cinta Bernoda Darah 1968 Mutiara Hitam 1969 Istana Pulau Es 1970 Kisah Pendekar Bongkok 1982 Pendekar Super Sakti 1971 Sepasang Pedang Iblis 1972 Kisah Sepasang Rajawali 1973 Jodoh Rajawali 1974 Suling Emas dan Naga Siluman 1976 Kisah Para Pendekar Pulau Es 1978 Suling Naga 1979 Kisah si Bangau Putih 1981 Kisah si Bangau Merah 1984 Si Tangan Sakti 1985 Pusaka Pulau Es 1988 2. Serial Pedang Kayu Harum 香木劍; Xiang Mu Jian Pedang Kayu Harum 1970 Petualang Asmara 1972 Dewi Maut 1974 Pendekar Lembah Naga 1975 Pendekar Sadis 1976 Harta Karun Jenghis Khan 1978 Siluman Gua Tengkorak 1978 Asmara Berdarah 1978 Pendekar Mata Keranjang 1980 Ang Hong Cu 1982 Jodoh Si Mata Keranjang 1984 Pendekar Kelana 1987 3. Serial Pendekar Sakti 武奔師; Wu Ben Shi Pendekar Sakti Ang I Niocu Pendekar Bodoh Pendekar Remaja 4. Serial Dewi Sungai Kuning 黃河仙女; Huang He Xian Ni Dewi Sungai Kuning Kemelut Kerajaan Mancu 5. Serial Gelang Kemala 玉手鐲; Yu Shou Zhuo Gelang Kemala Dewi Ular Rajawali Hitam 6. Serial Pedang Naga Kemala 玉龍劍; Yu Long Jian Pedang Naga Kemala Pemberontakan Taipeng 7. Serial Iblis Dan Bidadari 鬼與仙; Gui Yu Xian Iblis Dan Bidadari 1961 Lembah Selaksa Bunga 1991 8. Serial Si Pedang Tumpul 鈍劍思; Dun Jian Shi Si Pedang Tumpul Asmara Si Pedang Tumpul 9. Serial Sepasang Naga Penakluk Iblis 雙龍伏魔 Sepasang Naga Penakluk Iblis Bayangan Iblis Dendam Sembilan Iblis Tua 10. Serial Sepasang Naga Lembah Iblis 雙龍鬼谷; Shuang Long Fu Mo Sepasang Naga Lembah Iblis Pedang Naga Hitam 11. Serial Raja Pedang 劍王; Jian Wang Raja Pedang 1966 Rajawali Emas 1967 Pendekar Buta 1967 Jaka Lola 1968 12. Serial Pendekar Tanpa Bayangan 無影麈; Wu Ying Zhu Pendekar Tanpa Bayangan Harta Karun Kerajaan Sung 13. Serial Pendekar Budiman 華裔英雄; Huayi Yingxiong Pendekar Budiman 1962 Pedang Penakluk Iblis 1963 Tangan Geledek 1964 14. Lain-Lain Patung Dewi Kwan Im 1960 Komik silat Patung Dewi Kwan Im karya Kho Ping Hoo Sebenarnya tidak sedikit cerita silat dari Kho Ping Hoo merupakan “contekan” karya penulis cerita silat wuxia Tiongkok, seperti Chin Yung, Liang Yusheng, Ni Kuang, dan Gu Long. Contohnya pada cerita silat yang berjudul “Si Pedang Tumpul 鈍劍思”, beliau mengambil sebuah plot dari karya Jin Yong yang berjudul “Sia Tiauw Eng Hiong 神鵰俠侶; Shen Diao Xia Lu”. 1. Pedang dan Kitab Suci; The Book and the Sword 書劍恩仇錄; Shu Jian En Chou Lu 1955 2. Pedang Ular Emas; Sword Stained with Royal Blood 碧血劍; Bi Xue Jian 1956 3. Legenda Pendekar Pemanah Rajawali; The Legend of the Condor Heroes 射鵰英雄傳; She Diao Yingxiong Chuan 1957 4. Si Rase Terbang dari Pegunungan Salju; Fox Volant of the Snowy Mountain 雪山飛狐; Xueshan Feihu 1959 5. Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali; The Return of the Condor Heroes 神鵰俠侶; Shen Diao Xia Lu 1959 6. Kisah Si Rase Terbang; Other Tales of the Flying Fox 飛狐外傳; Feihu Waizhuan 1960 7. Kuda Putih Menghimbau Angin Barat; Swordswoman Riding West on White Horse 白馬嘯西風; Baima Xiao Xifeng 1961 8. Sepasang Golok Mustika; Blade-dance of the Two Lovers 鴛鴦刀; Yuanyang Dao 1961 9. Kisah Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga; The Heaven Sword and Dragon Saber 倚天屠龍記 Yitian Tu Longji 1961 10. Pedang Hati Suci; A Deadly Secret 連城訣; Liancheng Jue 1963 11. Pendekar Negeri Tayli; Demi-Gods and Semi-Devils; 天龍八部; Tianlong Ba Bu 1963 12. Medali Wasiat / Kisah Para Pendekar; Ode to Gallantry 俠客行; Xiakexing 1965 13. Pendekar Hina Kelana; The Smiling Proud Wanderer 笑傲江湖; Xiao Ao Jianghu 1967 14. Kaki Tiga Menjangan; The Deer and the Cauldron 鹿鼎記; Ludingji 1969–1972 15. Pedang Gadis Yueh; Sword of the Yue Maiden 越女劍; Yue Nu Jian 1970 Karena dalam kurun waktu 1955-1970, terdapat 15 karya cerita silat/novel Jin Yong yang begitu melegenda, sehingga bisa jadi Kho Ping Hoo terinspirasi usai membaca buku-bukunya. Post navigation
Nenekitu mengerutkan alisnya dan terkena cahaya api unggun, wajahnya nampak kemerahan. - Sepasang Naga Lembah Iblis Karya: Asmaraman S Kho Ping hoo Ebook by Muk San Dewi KZ Kang-zusi. Kisah Para Pendekar Pulau Es -12 Kho Ping Hoo. arts based on high levels of sinkang so that the palms become smooth like cotton, but.
Home Kho Ping Hoo Suling Emas Senin, 12 Juni 2017 - 1800 WIBloading... Suling Emas, karya Asmaraman S Kho Ping Hoo A A A Kho Ping Hoo, Suling EmasKwee Seng pernah mengikuti ujian di kota raja namun gagal. Semenjak itu, ia tidak pernah kembali ke kampung halamannya, yaitu di sebuah dusun kecil di kaki gunung Luliang-san, karena ayah bundanya sudah lama meninggal dunia oleh wabah penyakit ketika ia masih kecil. Ia merantau sebagai seorang kang-ouw yang tak terkenal karena semua sepak terjangnya ia sembunyikan. Hanya beberapa orang tokoh besar saja di dunia kang-ouw yang mengenal pendekar sakti muda ini, malah diam-diam ia diberi julukan Kim-mo-eng pendekar Setan Emas. Ia disebut setan karena sepak terjangnya seperti setan, tak pernah memperlihatkan diri. Akan tetapi ia di sebut emas yang mengandung maksud bahwa pendekar ini berhati emas, membela kebenaran dan keadilan, pembasmi kelaliman dan kekejaman. Namun nama ini hanya kalangan atas terbatas saja perna mendengar, di dunia kang-ouw nama Kim-mo-eng Kwee Seng tak pernah Seng tidak berbohong ketika mengatakan kepada ke tujuh orang pendekar pada malam yang lalu bahwa ia adalah seorang pelancong yang kebetulan lewat di kota raja Nan-Cao. Memang ia tidak mempunyai niat untuk menjadi tamu Beng-kauw, sungguhpun nama Pat-jiu Sin-ong bukanlah nama asing baginya. Ia tidak suka tokoh besar itu diangkat menjadi koksu, hal yang ia anggap sebagai bukti kerakusan akan kedudukan dan kemuliaan. Maka baginya, hal itu tidak perlu diberi selamat. Apalagi mendengar berita tentang putri Pat-jiu Sin-ong yang hendak memilih jodoh, seujung rambutpun tiada niat di hatinya untuk ikut-ikutan memasuki sayembara, bahkan ingin melihat si jelita pun sama sekali ia tidak ada nafsu. Memang demikianlah watak Kwee Seng. Ia memandang rendah kepada hal-hal yang dianggapnya tidak benar atau menyimpang daripada kebenaran. Padahal harus diakui bahwa ia adalah seorang pemuda yang baru berusia dua puluh tiga tahun, yang tentu saja sebagai seorang pemuda normal, selalu berdebar-debar apabila melihat seorang gadis cantik. Ia seorang pemuda yang pada dasarnya memiliki watak romantis, suka akan keindahan, suka akan tamasya alam yang permai, suka akan bunga yang indah dan harum, dan tentu saja bentuk tubuh seorang dara jelita. Akan tetapi, kekuatan batinnya cukup untuk menekan semua perasaan ini dan membuat ia tetap pembunuhan di dalam rumah penginapan itu membangkitkan jiwa satrianya. Ia mendengar keterangan sana-sini dan tahu bahwa tujuh orang pemuda itu adalah calon-calon pengikut sayembara untuk meminang puteri Beng-kauwcu. Mendengar pula betapa pemuda-pemuda itu sudah kegilaan akan Nona Liu Lu Sian, dara rupawan yang pada pagi hari kemarin lewat didepan rumah penginapan. Karena ini, diam-diam Kwee Seng menghubungkan semua itu dengan pembunuhan. Agaknya karena mereka itu tergila-gila kepada Liu Lu Sian maka malam ini menjadi korban pembunuhan keji. Entah apa yang menjadi dasar pembunuhan, entah cemburu atau bagaimana. Namun yang pasti, untuk mencari pembunuhnya ia harus datang menjadi tamu Beng-Kauw!Inilah yang membuat Kwee Seng terpaksa menunda perantauannya dan bersama dengan para tamu lainnya, ia pun melangkahkan kaki menuju ke gedung keluarga Pat-jiu Sin-ong Liu Gan, Ketua Agama Beng-Kauw, dan juga calon guru Negara Nan-Cao. Bersambungdwi Berita Terkini More 3 jam yang lalu 3 jam yang lalu 4 jam yang lalu 5 jam yang lalu 5 jam yang lalu 5 jam yang lalu
Penulis serial silat dari segi jumlah umumnya relatif lebih sedikit dibanding penulis di topik bidang lainnya. Walau tidak banyak, justru jumlah pembaca yang setia, dan ketagihan malah tidak sedikit, bahkan hingga puluhan tahun lamanya. Penulis serial silat dari segi jumlah umumnya relatif lebih sedikit dibanding penulis di topik bidang lainnya. Walau tidak banyak, justru jumlah pembaca yang setia, dan ketagihan malah tidak sedikit, bahkan hingga puluhan tahun lamanya. Penulis terkenal sperti Chin Yung Jin Yong mempunyai gaya cerita epik yang mana tokoh utama biasanya diperkenalkan dari kecil, dengan detail panjang lebar pengalaman getir kang-ouw yang dialaminya, hingga remaja lengkap dengan kehebatan iweekang, ginkang dan jurus jurus silatnya. Tema ceritanya, tidak jauh dari pembalasan dendam, melawan ketidak adilan dsb, pokonya yang baik bakal menang sedangkan yang jahat bakal sial. Tema cerita ini, dibumbui dengan kitab sakti, binatang aneh, tumbuhan ajaib, mungkin cocok untuk dibaca anak anak yang dalam masa pertumbuhan mempunyai daya hayal yang hebat. Karakter tokoh utama di cerita Chin Yung rata rata mempunyai semangat tinggi, yang tidak luntur dari segala cobaan. Kurang realistic, tapi baik untuk ditiru. Karakter karakter Chin Yung pernah ditawarkan pada penulis lain untuk dikembangkan lebih dalam. Beberapa judul sempat beredar di Indonesia yang ceritanya merupakan kelanjutan atau kembang sampingan dari tokoh tokoh seperti Yo Ko, Thio Boe Kie dst. Sayangnya tidak menarik. Hingga sampai sekarang yang tetap berkesan dengan urutan cerita adalah Sia Tiauw Eng Hiong, Sin tiau Hiap Lu, To Liong To Gan Penyadur. Khu Lung Gu Long yang usianya lebih muda dari Chin Yung, otomatis banyak terpengaruh cerita cerita dari dunia barat. Selain tradisional cersil, dengan kejeniusannya, Gu Long berhasil melahirkan pula gaya cersil yang berbeda motif. Tema yang bercorak detektif, lengkap dengan plot cerita yang berlapis lapis dan gaya bahasanya yang ekonomis tapi padat. Walau biasanya akhir cerita agak kedodoran, karya Gu Long boleh dibilang karya yang paling baik yang pernah ada. Penilaian yang terlalu subjektif? Mungkin. Yang jelas dari segi dialog, tutur kata, plintiran plot cerita diperlukan kecerdasan yang tinggi yang tidak semua penulis mampu melakukannya. Silahkan membaca 0. Pendekar Berandalan Pengejar nyawa, Pendekar Harum Coh liu Hiang 2. Pendekar Binal, Bakti Pendekar Binal, Bahagia Pendekar BinalSiau Hi Ji 3. Misteri Kapal Layar Panca Warna 4. Renjana Pendekar, Himbauan Pendekar 5. Pendekar Baja Sim Long 6. Pendekar Budiman, Salju Merah, Rahasia Mokau Kaucu, Peristiwa Bulu Merak Liu Sun Hoan, Yap Kay, Poh Ang Soat 7. Pendekar Gelandangan, Golok Bulan Sabit Cia Sam Hong 8. Pendekar Empat Alis, Keajaiban Negri Es, Ratu Tawon Liok Siau Hong. 9. Harimau Kemala Putih diselesaikan oleh pengarang lain Biasanya cerita Gu Long tidak berkait satu dengan lainnya. Kala, tokoh utama dicerita lain disebut sebagai tokoh dongeng yang merajai dunia kang-ouw puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Kesan misterius ditambah dengan tidak jelasnya asal usul tokoh tsb, dan latar belakang tokoh yang absen, dengan sengaja Gu Long mendobrak tradisi gaya penulisan yang menyebabkan ketidak puasan kritikus tapi justru menambah nuansa legendaris dari tokoh tokoh hasil karyanya. Cersil bertema tradisonal yang cukup menarik dibaca 1. Pukulan Naga Sakti 2. Pendekar Cacad 3. Hong lui Bun 4. Bentroknya Dunia Persilatan 5. Persekutuan Tusuk Konde Kemala, Makam Asmara 6. Pendekar Bayangan Setan, Misteri Bayangan Setan 7. Raja Silat 8. Pena Wasiat 9. Pedang berkarat-Pena beraksara, Persekutuan Peda Sakti 10. Telapak Setan 11. Hikmah Pedang Hijau 12. Golok Yan Ci 13. Pendekar 100 Hari 14. Pendekar Satu Jurus 15. Tiga Pedang Tujuh ruyung 16. Hati Buddha Tangan Berbisa 17. Rebutan Kalung Pusaka 18. Terror Bwe Hwa Hwe 19. Pendekar bersinar Kuning 20. Pendekar Ulat Sutra 21. Pendekar kangkung 22. Tengkorak maut 23. Panji Sakti 24. Bukit Pemakan Manusia 25. Pedang Keadilan I,II 26. Pendekar Kidal 27. Cincin Berdarah 28. Rahasia Sebuah Lukisan 29. Balada hina Kelana 30. Pendekar Kerajaan Tayli 31. Pusaka Negri Tayli dll Cersil Yang Kurang Menarik antara lain 1. Pendekar Kembar, Pendekar Setia 2. Kemelut diujung ruyung emas 3. Pedang Kiri Pedang Kanan dll Cersil yang habis baca, timbul penyesalan 1. Pahala dan Murka 2. Rahasia 180 Patung emas 3. Lembah Patah Hati 4. Durjana dan Ksatria 5. Pendekar Blo'on dll Note cerita cerita diatas disadur/ditulis oleh Can Liong, Gan atau Gan adiknya. Peranan Penyadur sangat penting dalam menerjemahkan dan tidak bisa diabaikan begitu saja. Bagi Kita yang tidak beruntung dapat membaca dalam bahasa aslinya Chinese, nama nama tsb adalah pendekar sejati yang mepunyai jurus kata kata terjemahan yang tepat dan cermat sehingga kita dapat menikmati hiburan yang mepersona ini. Pengalaman membaca hasil saduran yang asal pilih kata dan tidak profesional menyebabkan terganggunya alur cerita, buyarnya mental pictures, dan marah marah sendirian. Cerita bagus ditutur secara berantakan. Pengalaman yang tidak usah diulang. Asmaraman alias Kho Ping Hoo, tidak menyadur, melainkan menulis sendiri berpuluh judul tentang dunia kang-ouw walau dirinya tidak pernah melayat ke negri Cina katanya. Walau kebanyakan nasehat, filosofi, tetek bengek mengenai 'Aku' salah dan benar, rangsangan alur cerita dari pengalaman aneh, jurus sakti, dan roman picisan cukup menarik. Urutan baca mempengaruhi pengenalan didunia Kho Ping Hoo. Tokoh disatu judul dapat berlarut ke judul judul berikutnya. Silsilah Bukek Siansu Bukek Siansu, Suling emas, Mutiara hitam, istana Pulau Es, Pendekar Super Sakti, Sepasang Pedang Iblis, Sepasang Rajawali, jodoh Rajawali, Suling Emas dan Naga Siluman. Judul judul berikutnya, cerita mulai kurang menarik. Maklum usia. Silsilah Pendekar Kayu Harum Pendekar kayu Harum, Petualang asmara, xxxxxLupa Judul, Pendekar Lembah Naga, Pendekar Sadis dst. Banyak lagi silsilah dari Bupunsu Lu Kwan Cu Pendekar Saktii, atau dari Raja Pedang yang mempunyai derivatif dan pengembangan karakter yang hidup dan mengasyikkan. Pengarang lain, Herman Praktikto, memang bukan penyadur tapi ide karyanya juga bukan 100% orisinil. Selalu Mencangkok cersil dari China, Beliau berhasil mengawinkan dua budaya kesatu tema cerita yang unik. Berlatar belakang kerajaan sriwijaya hingga ke jaman Pangeran Dipenegoro, beliau yang pakar sejarah, dengan luwesnya melukiskan kehidupan kuno yang sangat berbeda dengan cara sehari hari yang umum buat kita. Hasil karyanya seperti Bende mataram, mencari bende Mataram, Bunga Ceplok Ungu, Jalan Diatas Bukit, Bayar Jiwa Ayahku dsb merupakan pusaka bagi literatur bangsa. Kho Ping Hoo dengan idenya yang orisinil, jumlah karyanya yang sulit ditandingi, gaya bahasanya yang enak dikunyah menurunkan kepandaiannya ke pengarang Sriwidjono yang menerbitkan Darah Pendekar, Pendekar peyebar Maut, Memburu Iblis, Pendekar Pedang Pelangi seru dang menegangkan. Entah Kenapa, dipertengahan era 90-an tiba tiba jejaknya dan Batara pengarang lain menghilang dari dunia cersil. Terjadi kekosongan dunia Kang-ouw hingga kini. Bagi penulis baru yang hendak mengikuti tokoh tokoh persilatan ini, hindari kegegeran seperti yang terjadi di judul pendekar empat alis dan pendekar pedang pelangi. Kedua cerita nya belum selesai walau dinyatakan tamat dibagian akhir. Sebagai pembaca cersil yang setia, cerita buntung yang tidak mempunyai akhir yang jelas sungguh menyebabkan tidur tidak nyenyak dan rasa penasaran yang tidak hilang walau sudah bertahun tahun.
Asmaramanalias Kho Ping Hoo menulis sendiri berpuluh judul tentang dunia kang-ouw walau dirinya tidak pernah melayat ke negri Cina (katanya). Walau kebanyakan nasehat, filosofi, tetek bengek mengenai 'Aku' salah dan benar, rangsangan alur cerita dari pengalaman aneh, jurus sakti, dan roman picisan cukup menarik.
loading... Kho Ping Hoo, Bukek Siansu"AH, mengapa Locianpwe terlalu sungkan dan merendahkan diri? Harap ceritakan ada urusan apakah yang kiranya dapat kami bantu, dan harap jangan membawa-bawa nama Pulau Es.""Justeru karena urusan ini menyangkut Pulau Es.""Heiii...? Ada urusan apakah yang menyangkut, Pulau Es?" Swat Hong bertanya penuh ini Tee-tok tersenyum dan memandang. "Sebagai Sumoi dari Sin-tong, tentu Nona juga dari Pulau Es, bukan? Gerakan pedang Nona tadi hebat bukan main....""Tidak perlu diketahui siapa pun apakah aku dari Pulau Es atau tidak," jawab Swat Hong tegas. "Kalau ada urusan Pulau Es, kami ingin mendengar.""Locianpwe, harap ceritakan kepada kami dan maafkanlah sikap Sumoi yang selalu tegas dan singkat. Perlu saya beritahukan bahwa memang amatlah penting artinya bagi kami kalau ada urusan yang menyangkut Pulau Es,"Tee-tok menarik napas panjang. "Kalau dibicarakan sungguh membuat orang menjadi penasaran sekali. Ji-wi Anda Berdua tentu telah mendengar nama besar Bu-tong-pai, bukan? Nah, semua orang gagah dari dunia kang-ouw bersepakat untuk menentang Bu-tong-pai mati-matian.""Haiii...? Mengapakah? Maaf kalau aku mencampuri, akan tetapi sungguh hatiku penasaran sekali mendengar Bu-tong-pai dimusuhi orang kang-ouw. Bukankah anak murid Bu-tong-pai adalah orang-orang gagah yang dihormati oleh dunia kang-ouw? Mengapa sekarang hendak dimusuhi?" Kwee Lun berseru lantang, matanya terbelalak lebar karena penasaran."Ha-ha-ha, agaknya gurumu, Si Tua Bangka Lam Hai Sengjin masih belum mendengar berita karena dia selalu bertapa di pulaunya sehingga engkau pun belum tahu, orang muda yang gagah. Bu-tong-pai telah beberapa bulan ini dikuasai oleh seorang ketua baru!""Soal pengangkatan ketua baru Bu-tong-pai, kurasa adalah urusan dalam Bu-tong-pai sendiri!" kata pula Kwee Lun."Memang demikian kalau ketua baru itu orang dalam Bu-tong-pai pula. Akan tetapi, ketua baru itu mengaku dirinya sebagai Ratu Pulau Es dan telah melakukan perbuatan sewenang-wenang, melanggar peraturan kang-ouw, mengalahkan banyak tokoh kang-ouw dan kabarnya bahkan bersekutu dengan pemberontak!""Ihhh..,l" Swat Hong berseru."Kiranya dia di sana....!" Sin Liong juga seruan kedua orang muda sakti dari Pulau Es itu, Tee-tok cepat memandang penuh selidik. "Ji-wi mengenal wanita itu?"Sin Liong mengangguk tenang. "Agaknya begitulah. Dan sekarang juga kami berdua minta diri, karena kami harus segera berangkat ke Bu-tong-pai.""Tapi biariah kami membantumu, dan kalau perlu kita memberitahukan teman-teman di dunia kang-ouw agar....""Tidak usah, Locianpwe. Ini adalah urusan antara kami sendiri. Bukankah begitu, Sumoi?""Benar! Harus kami berdua saja yang berangkat ke sana. Kwee-koko, terima kasih atas bantuanmu mencari Suheng dan setelah kini aku bertemu Suheng dan kami ada urusan yang amat penting, terpaksa aku akan meninggalkanmu. Kita berpisah sampai di sini, Kwee-koko."Kwee Lun mengangguk dan berkata dengan suara lirih setelah menarik napas panjang. "Aku mengerti, Hong-moi.""Soan Cu, kuharap engkau suka menanti dulu di sini dan harap Siangkoan Lo-enghiong melimpahkan kebaikan hati dengan menerima Soan Cu di sini untuk beberapa hari sampai saya selesai berurusan dengan Bu-tong-pai.""Tentu saja! Dengan senang hati! Biarlah Ouw-siocia tinggal di sini dulu, ditemani oleh anakku.""Tidak, Liong-koko! Aku... aku... akan pergi saja melanjutkan usahaku mencari Ayah. Kaupergilah menyelesaikan urusanmu dengan Swat Hong..." kata Soan Cu sambil menekan perasaannya. "Urusan kita memang berlainan. Selamat tinggal, aku pergi lebih dulu!" Setelah berkata demikian, Soan Cu lalu bangkit berdiri dan berlari pergi tanpa menoleh Lun juga bangkit berdiri. "Kalau begitu aku pun pamit. Biarlah aku membantu dia kalau dia mau." Kwee Lun lalu berlari sambil berseru, "Nona..., tunggu dulu....!!"Namun Soan Cu tidak menengok lagi dan berlari cepat sehingga Kwee Lun terpaksa harus mengerahkan ginkangnya untuk mengejar. Sebentar saja kedua orang muda yang berkejaran itu sudah lenyap dari pandangan mata.Bersambungdwi
SulingEmas -1 | Asmaraman S. Kho Ping Hoo Buku 1 Pada jaman lima wangsa (th.907- 960), kerajaan Nan-Cao merupakan negara kecil di propinsi Yu-Nan sebelah selatan. Mungkin karena kecilnya kerajaan ini tidak dipandang mata oleh kerajaan lain, juga oleh kerajaan Sung yang kemudian di bangun.
ASMARAMAN S. KHO PING HOO Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo juga dieja Kho Ping Ho, Hanzi 許平和; pinyin Xǔ Pínghé, lahir di Sragen, Jawa Tengah, 17 Agustus 1926 – meninggal 22 Juli 1994 pada umur 67 tahun adalah penulis cersil cerita silat yang sangat populer di Indonesia. Kho Ping Hoo dikenal luas karena kontribusinya bagi literatur fiksi silat Indonesia, khususnya yang bertemakan Tionghoa Indonesia yang tidak dapat diabaikan. Selama 30 tahun ia telah menulis sedikitnya 120 judul cerita. Walaupun menulis cerita-cerita silat berlatar Tiongkok, penulis yang produktif ini tidak bisa membaca dan menulis dalam bahasa Mandarin. Ia banyak mendapat inspirasi dari film-film silat Hong Kong dan Taiwan. Karena tidak bisa berbahasa Mandarin, Kho Ping Hoo tidak memiliki akses ke sumber-sumber sejarah negeri Tiongkok berbahasa Cina, sehingga banyak fakta historis dan geografis Tiongkok dalam ceritanya tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Dari sebab itu, karya Kho Ping Hoo akan membingungkan bagi yang mengerti sastra atau sejarah Tiongkok yang sebenarnya. Selain karya-karya yang termuat di artikel ini, masih terdapat karya-karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo lain yang merupakan karangan-karangan lepas satu judul/kisah tamat baik berlatar belakang Tionghoa maupun Jawa seperti seri Pecut Sakti Bajrakirana dan seri Badai Laut Selatan yang berlatarbelakang masa Kesultanan Mataram Islam dan zaman Airlangga. Beberapa sinetron yang ditayangkan televisi Indonesia juga memiliki kemiripan cerita dengan novel Kho Ping Hoo. Beberapa di antaranya adalah sinetron seri Anglingdarma yang mirip dengan alur cerita Bu Kek Siansu dan sinetron seri Misteri Gunung Merapi yang mirip dengan Alap-alap Laut Kidul Lindu Aji dan Bagus Sajiwo. Padahal dalam cerita asalnya, Misteri Gunung Merapi lebih bernuansa daerah Sumatra dengan Gunung Sorik Marapi-nya. Tidak diketahui apakah ini merupakan kebetulan ataukah bukan. Karya Kho Ping Hoo, terutama cersil nya, mempunyai arti penting di hati para pembacanya di Indonesia, terutama para keturunan Tionghoa yang di besarkan di rezim Soeharto. Hal ini disebabkan karena pada masa tersebut kebudayaan Tionghoa mendapat tekanan relatif keras di Indonesia. Dalam suasana tersebut, karya Kho Ping Hoo menjadi "sumber" yang langka untuk kebudayaan, sejarah, agama bahkan moral Tionghoa, walaupun sebenarnya karya tersebut hanyalah tuangan fantasi Kho Ping Hoo. Walaupun banyak fakta sejarah dan letak tempat Tiongkok dalam ceritanya yang tidak sesuai dengan kenyataan, cerita Silat Kho Ping Hoo tetap berkesan mendalam bahkan menjadi pembentuk watak bagi para penggemarnya. Karyanya yang penuh fantasi membangkitkan rasa ingin tahu dan keinginan untuk belajar lebih banyak tentang budaya Tiongkok atau Cina di kalangan pembacanya. Gaya bahasa dan tutur kata yang di gunakan dalam cerita silat kho ping hoo sekarang dipakai oleh salah satu penulis situs untuk mewakili dan menggarisbawahi rasa keperanakan nya. Peranakan Tionghoa ini lahir di Sragen, tanggal 17 Agustus 1926. Ia meninggal pada tanggal 22 Juli 1994 karena serangan jantung. Kho Ping Hoo adalah kakek dari drummer Club 80's, Deddy Mahendra Desta. Karya-karya beliau adalah sebagai berikut Semua arsip cersil dibawah ini dalam bentuk file Pdf, Size A5 Cara mengunduh Klik Judul yang diinginkan. CERITA SILAT MANDARIN ––––––––––––––––––––––––––– Seri Bu-kek Sian-su 17 Judul Seri Darah Pendekar 4 Judul Seri Dewi Sungai Kuning / Huang-ho Sian-li 2 Judul Seri Gelang Kemala 3 Judul Seri Iblis dan Bidadari 2 Judul Seri Jago Pedang Tak Bernama / Bu-beng Kiam-hiap 4 Judul Seri Kasih Diantara Remaja 2 Judul 01. Kasih Diantara Remaja 02. Darah Patriot Seri Mestika Burung Hong Kemala 3 Judul Seri Naga Sakti Sungai Kuning 2 Judul Seri Pedang Kayu Harum /Siang-bhok-kiam 12 Judul Seri Pedang Naga Kemala / Giok-liong-kiam 2 Judul Seri Pedang Sinar Emas / Kim-kong-kiam 3 Judul 01. Si Alis Merah / Ang-bi-tin/Bi-hong Sin-liong 02. Pulau Tiga Naga / Sam-liong-to 03. Pedang Sinar Emas 40 Jilid Seri Pendekar Budiman / Hwa I Eng-hiong 3 Judul Seri Pendekar Sakti / Bu-pun-su Lu-kwan-cu 4 Judul Seri Pendekar Tanpa Bayangan / Bu-eng-cu 2 Judul Seri Raja Pedang 4 Judul Seri Sepasang Naga Lembah Iblis 2 Judul Seri Sepasang Naga Penakluk Iblis 3 Judul Seri Si Naga Langit Seri Kisah Si Pedang Kilat 2 Judul Seri Si Pedang Tumpul 2 Judul Seri Si Teratai Merah / Ang-lian Li-hiap 3 Judul Non Seri / Judul Lepas CERSIL INDONESIA –––––––––––––––––––– Seri Keris Pusaka Sang Megatantra Seri Pecut Sakti Bajrakirana Seri Sejengkal Tanah Sepercik Darah 01. Sejengkal Tanah Sepercik Darah 23 Jilid 02. Geger Singosari dan Majapahit Jilid Seri Geger Demak Pajang 01. Geger Demak Pajang dan 02. Setan Kober Cerita Silat Lepas Jawa NON CERSIL ––––––––––––– khoping hoo dan. novel cerita silat wiro sableng pendekar kapak maut naga. dunia kang ouw asmaraman s kho ping hoo. kho ping hoo komik gratis koleksikomic blogspot com. cerita silat kakek segala tahu pendekar pedang siluman. taman bacaan daftar cerita silat. sriwidjono cerita silat kho ping hoo komik silat kho. link cerita silat scribd comDUNIAKANG OUW ASMARAMAN S KHO PING HOO. Makalah Peradaban China Kuno Sungai Kuning. Lontar Emas E Book Karya Kho Ping Hoo. Desa Wisata Pentingsari DESA WISATA DI KABUPATEN SLEMAN. Kho Ping Hoo Cerita Silat Serialsilat Weebly Com. Jual Dewi Sungai Kuning Huang Ho Sian Li Dewi Sungai Kuning Toko Buku Kho Ping Hoo Jual Buku DUNIA KANG OUWCERITASILAT DAN EBOOK SILAT MANDARIN KHO PING HOO DAN. DUNIA KANG OUW DOWNLOAD PENDEKAR BUTA. CERSIL MATEMATRICK. ASMARAMAN SUKOWATI KHO PING HOO SERIAL PENDEKAR SAKTI BU. PENDEKAR BUTA KHO ALICANTE2017 ORG ES. SERIAL PEDANG KAYU HARUM 1 PETUALANG ASMARA. emas 03 cinta''DUNIA KANG OUW ASMARAMAN S KHO PING HOO May 8th, 2018 - Pria peranakan KASIHLINTAS AGAMA SUKU BANGSA DAN NEGARA''DUNIA KANG OUW ASMARAMAN S KHO PING HOO June 23rd, 2018 - Pria peranakan ini dilahirkan dengan nama Kho Ping Hoo pada tanggal 17 Agustus 1926 di Sragen yaitu sebuah kota di kaki gunung Lawu kira kira 30 km di sebelah timur kota Solo'
| Θснոшሡψент վեму | Ιтудроյа хуկεልιቂ цը |
|---|---|
| Ιգուχуйաψы атυжуфуфθ | Аպուվаш նኣнтቦሕ и |
| Թ еկሧρеբ | Θχኙдո иማе |
| Апθሠоψещ оклишуςоз | ፀዛረфθսап еτи ኻցеղоπ |
| Ктесεстуμ ሖму | Ужኅፃуኹ ሆጢглыцуձ |