BAB6: Filipus Sang Penginjil (Kisah Para Rasul 8:1-40) BAB 7: Pertobatan Saulus (Kisah Para Rasul 9:1-31) BAB 8: Pertobatan Kornelius (Kisah Para Rasul ) BAB 17: Injil Diadili (Kisah Para Rasul 24-26) BAB 18: Mengikuti Pimpinan Tuhan (Kisah Para Rasul 27-28) Stok 89. Kuantitas Kisah Para Rasul: Melihat Roh Bekerja. Beli. Bapa/Ibu/Sdr/i yang kekasih, kalau kita melihat nats ini, maka kita menemukan satu tokoh yang bernama Filipus sedang diutus oleh Tuhan untuk melayani satu jiwa yakni Sida Sida Ethiopia”. Sida Sida ini adalah bendahara negeri ethiopia yang baru saja turun dari Yerusalem dimana ia beribadah kepada Tuhan. Sedangkan Filipus adalah seorang hamba Tuhan yang baru saja menyelesaikan pelayanan kebangunan rohani di Samaria. Ada banyak jiwa yang dimenangkan untuk Kristus disana. Namun jumlah banyak yang diselamatkan oleh Tuhan melalui pemberitaan Filipus, tidaklah menjadi suatu ukuran yang mutlak untuk karya penyelamatan Allah. Tuhan malah mengutus Filipus kepada satu jiwa yang sedang dalam perjalanan pulang dengan melewati padang gurun yang panas. Banyak orang berfikir bahwa Tuhan selalu ingin mencapai banyak jiwa, tapi itu keliru, karena bagi Tuhan satu jiwapun berharga di mataNya. Tuhan Yesus mengatakan apabila ada satu orang yang bertobat di muka bumi ini, maka ada banyak malaikat di sorga bersorak-sorak memuji Allah. Jadi walaupun ada satu jiwa yang perlu diselamatkan menurut rencana Tuhan, maka Tuhan sanggup mengirim orang untuk melayani. Tuhan mengutus Filipus untuk melayani satu jiwa ini walaupun tidak ada yang melihat Sida Sida ini. Bapa/Ibu/Sdr/i Dalam pelayanan Filipus kepada Sida Sida ini, kita dapat melihat ada hal yang sangat penting untuk penyelamatan. Yang pertama, keselamatan jiwa seseorang adalah insiatif dari Tuhan. Tuhan mempunyai rencana untuk menyelamatkan Sida Sida Ethiopia ini tidak pernah terpikirkan oleh Filipus. Filipus sedang memfokuskan dirinya untuk memberikan bimbingan kepada ribuan orang yang baru mengalami jamahan Tuhan di Samaria. Mereka baru saja dipersatukan dalam gereja baru yang dimulai Filipus. Tapi malaikat Tuhan memimpin Filipus kepada jalan yang tidak pernah ia sangka. Di suatu tempat yang panas, tandus, jarang orang lewat disitu, dan tempat dimana banyak petualang-petualang yang lewat. Anehnya Tuhan memperhatikan ada seorang yang sedang membaca kitab nabi Yesaya dan sedang bertanya-tanya dalam hatinya mengenai arti dari ayat yang sedang dibacanya itu. Bapa/Ibu/Sdr/i Inisiatif Allah adalah awal dari tindakan penyelamatan Sida Sida ini. Tidak ada seorang manusiapun yang merencanakan keselamatan untuk manusia, tapi Allah secara pribadi yang merencanakannya. Betapa bahagianya Sida Sida di Ethiopia ini. Bapa/Ibu/Sdr/i yang kekasih, begitu juga dengan kita, kita sudah diselamatkan oleh Kristus, maka kita harus menyadari bahwa Tuhanlah yang penuh kasih telah merencanakan keselamatan jiwa kita ini. Tidak ada seorang manusiapun dalam dunia ini merencanakan keselamatan kita. Keselamtan jiwa kita tidak direncanakan oleh pendeta, tidak oleh penginjil, tidak oleh saudara kita yang sudah percaya, juga tidak oleh malaikat, semuanya adalah inisiatif dari Allah. Inisiatif yang paling besar adalah bahwa Yesus telah mengorbankan diriNya di kayu salib sehingga kita mengalami penebusan dari dosa. Tanpa salib Kristus, yakni inisiatif awal, maka kita berada dalam kebinasaan. Sebab itu haruslah kita mengucap syukur kepada Tuhan untuk kasih dan perhatianNya kepada kita. Melalui pengorbananNya di kayu salib, semua orang berdosa telah dimasukkan kedalam agenda penyelamatanNya. Tidak seorangpun Ia inginkan binasa. Kasih Allah akan terbukti dalam kehidupan bapa/Ibu/sdr/I ketika bapa/Ibu/sdr/I menerima karya penyelamatan itu. Pada suatu hari, ada seorang budak perempuan yang cantik dibawa oleh tuannya untuk dilelang di pasar budak di salah satu kota di India. Melihat pemudi yang cantik ini, maka datanglah anak-anak muda berduyun-duyun untuk membelinya. Kemudian pengusaha pelelangan ini mulai menawarkan kepada orang banyak yang hadir disitu. Setiap pemuda menawarkan bayaran yang tinggi untuk pemudi yang cantik ini. Mereka saling bersaing dalam membanting harga yang tinggi-tinggi. Sehingga di pasar lelang ini begitu riuh dengan persaingan harga untuk membeli budak yang cantik. Tiba-tiba muncul seorang tua yang peot dan kumal menawarkan harga yang begitu tinggi sehingga tidak seorangpun yang dapat menyainginya lagi. Lalu budak yang cantik harus menjadi budak si bapak tua ini. Namun perempuan ini merasa geli dan tidak rela mengikutinya. Kemudian bapak tua ini datang kepada perempuan ini, lalu ia mengatakan, “anakku, janganlah engkau takut, aku telah membelimu dengan harga yang tinggi supaya engkau dapat hidup dengan bebas, engkau tidak usah mengikuti aku dan menjadi budakku. Lalu bapak tua ini merobek dokumen hak memiliki budak di tangannya dan membiarkan perempuan ini pergi dengan bebas. Melihat apa yang dilakukan oleh bapak tua ini, perempuan ini menangis dan terharu, lalu perempuan ini mengatakan, pak, biarkanlah aku mengikut bapak dan aku mau melayani bapak sebagai bapaku dan bukan sebagai tuan, karena bapak telah membebaskan aku dari perbudakan. Pengorbanan Yesus menunjukan bahwa kita telah lunas dibayar dan kita masuk dalam agenda keselamatan yang dirancang oleh Tuhan, tetapi apakah benar bapa/Ibu/sdr/I sudah menerima keselamatan itu atau sudah sekian lama ikut Tuhan masih ada diantara saudara yang ragu. Kalau masih ada keraguan diantara daudara maka malam ini adalah waktunya untuk saudara datang kepada Tuhan dan terimalah anugerah Tuhan dengan ucapan syukur. Yang kedua, Tuhanlah yang mengusahakan jalan untuk penyelamatan itu. Dalam Allah berinisiatif untuk penyelamatan Sida Sida, Allah jugalah yang mempersiapkan orang yang akan melayani. Allah tidak panggil Paulus atau Petrus, atau Silas untuk pergi mengunjungi Sida Sida, tapi Ia mengutus Filipus, padahal waktu itu Filipus sedang sibuk dengan pelayanan di Samaria dan kemudian dikunjungi oleh Petrus dan Yohanes. Hal ini berarti bahwa Allah menggunakan juga cara Allah sendiri untuk membawa penyelamatan. Untuk Sida Sida, Allah tidak menggunakan kebangunan rohani besar-besaran di lapangan terbuka, tapi ia dilayani oleh Filipus secara pribadi. Dengan cara Allah ini maka Filipus dapat memenangkan Sida Sida ini dengan baik. Jadi dalam bagian pertama, keselamatan jiwa itu ada dalam peranan Allah, sedangkan bagian yang kedua, adalah peranan Allah dan hamba Tuhan yang diutus. Bapa/Ibu/Sdr/i yang kekasih, Tuhanlah yang mengusahakan juga penyelamatan jiwa kita. Ia mengirim hamba-hamba Tuhan untuk memberitakan injil kepada bapa/Ibu/sdr/I ditempat ini. Allah mengirim seseorang yang tertentu untuk melayani bapa/Ibu/sdr/I. Allah menggunakan caraNya sendiri untuk itu. Tidak seorang manusiapun yang mengertinya. Ada berbagai cara Allah mengadakan tindakan penyelamatan, mungkin itu melalui penginjilan pribadi, kebangunan rohani seperti malam ini, atau melalui berita Injil di radio, televisi, atau melalui suatu peristiwa yang besar. Semuanya itu digunakan oleh Allah secara khusus untuk maksud penyelamatan. Penyelamatan itu dapat terjadi dalam waktu singkat ataupun dalam jangka waktu yang lama. Semuanya itu ada dalam rencana Tuhan. Dan malam ini juga merupakan jalan Tuhan untuk menyampaikan berita ini kepada bapa/Ibu/sdr/I. Yang ketiga, Tuhan melihat hati dari seseorang yang mau sungguh-sungguh mengenal kebenaran. Disini kita melihat walaupun Allah itu berperan dengan Filipus untuk maksud penyelamatan, kesungguhan Sida Sida itu juga menentukan keselamatannya. Jadi Allah tidak melakukan penyelamatan secara sepihak atau dengan cara paksa, tapi Allah juga mau supaya mereka yang mau diselamatkan itu mengambil bagian didalamnya yakni memiliki hati yang mau mendengar dan memberi respons. Ketika Filipus menjelaskan kebenaran Firman Allah kepada Sida Sida, maka ada respons yang baik. Ia mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Bahkan Sida Sida menyerahkan dirinya untuk dibaptis oleh Filipus dalam perjalanannya. Jadi dalam penyelamatan, ada bagian yang dikerjakan oleh Allah, oleh hamba Tuhan dan oleh si pendengar Firman. Bapa/Ibu/Sdr/i yang kekasih, dalam tindakan penyelamatan Allah kepada kita, Tuhan juga menantikan dan menunggu jawaban kita yang positif. Ia ingin kesungguhan hati kita untuk menerima, dan bukan dengan paksaan. Jadi setiap orang yang mendengar Injil, ia harus memberikan jawaban atau respons dengan sukacita, ia tidak perlu dirayu, dibujuk, disuap, atau dengan cara berkompromi dengan dosa-dosanya supaya ia menerima Yesus, tapi dengan segala senang hati dan sukarela memberikan jawaban yang pasti. Ketika Injil diberitakan, maka Allah menanti dan mananti apa jawaban kita. Seperti dalam kitab Wahyu 320, yang mengatakan “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok, jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku akan makan bersama-sama dengan dia, dan dia bersama-sama dengan Aku”. Sebab itu bukalah hatimu apabila Tuhan mengetuk hatimu untuk masuk. Biarkanlah Ia bertakhta dan menjadi Tuhan dalam kehidupanmu, sehingga Ia memimpin hidupmu kepada air kehidupan. Apabila seseorang menerima Yesus Kristus dalam kehidupannya, maka ia mendapatkan keselamatan jiwa sesuai dengan janji yang telah diucapkanNya. Yang keempat, Tuhan yang harus dipermuliakan dan bukan hamba Tuhan yang melayani. Dalam pelayanan Filipus kepada Sida Sida, Allah menunjukkan bahwa yang patut menerima kemuliaan itu adalah Dia sendiri. Setelah Sida Sida dibaptis, tiba-tiba Filipus lenyap dari pandangan Sida Sida, hingga ia tidak sempat mengucapkan terima kasih kepada Filipus. Filipuspun tidak sempat menerima pujian dan syukur itu dari Sida Sida, sehingga segala pujian itu diberikan kepada Tuhan. Filipus dilarikan oleh Tuhan ke tempat lain yang sedang menantikan pelayanannya. Bapa/Ibu/Sdr/i yang kekasih, dalam tindakan penyelamatan melalui hamba-hamba Tuhan, maka pujian dan syukur itu harus dipersembahkan kepadaNya. Jiwa kita yang sudah diselamatkan adalah milik Yesus dan bukan milik hamba Tuhan atau milik sesuatu gereja. Jadi berikanlah syukur kepadaNya dan persembahkanlah hidupmu bagi Yesus. Kita harus beribadah kepada Allah dengan setia dan membangun iman kita dari hari ke hari. Kita juga dapat membagikan keselamatan itu kepada orang-orang di sekitar kita kalau kita digerakkan oleh Tuhan untuk bersaksi. Kita tidak boleh tinggal diam, kalau Tuhan menunjukkan jiwa-jiwa yang lain, kita juga harus memiliki beban untuk mereka. Keselamatan itu adalah untuk semua orang, untuk keluarga kita, untuk teman-teman kita, untuk mereka di jalanan, untuk mereka yang jauh dari kita. Ada seorang yang sedang relax di tepi kapal pesiar untuk liburan dan kebetulan sedang berada di tengah-tengah laut. Tiba-tiba salah satu penumpangnya terjatuh ke laut. Dalam kapal tersebut kebetulan ada orang-orang kenamaan yang melihat kejadian itu lalu berusaha menolong orang kecebur ke laut. Orang pertama, Moralist ketika ia melihat orang kaya itu tercebur, langsung ia mengambil tasnya dan mengeluarkan sebuah buku yang menulis mengenai bagaimana caranya berenang. Lalu ia berteriak Sekarang saudaraku, ambil buku ini dan bacalah bagaimana caranya berenang dan ikutilah instruksi buku ini maka anda akan selamat. Orang di dekat si Moralist ini adalah seorang yang IDEALIST. Tiba-tiba ia terjun ke laut dan berenang-renang di sekitar orang kaya yang sedang semaput, lalu ia berteriak, saudaraku, sekarang anda lihat bagaimana cara saya berenang dan ikuti saya, maka kamu akan selamat dan tidak tenggelam. Orang yang di sebelahnya, kebetulan seorang majelis dari sebuah gereja, ia melihat orang yang sedang tenggelam itu dan timbul belas kasihan, lalu ia berteriak, saudaraku, bertahan saja, pertolongan segera datang, kami akan mengadakan rapat komite dan membicarakan masalahmu, nanti setelah kami selesai rapat dan setuju dengan dana untuk pengeluaran, kami akan menyelesaikan persoalanmu. Mereka pikir orang kecebur ini mau bunuh diri. Orang di sebelah anggota gereja ini adalah seorang yang Positive Thinking, lalu ia bergegas mau menolong, dan ia berteriak Saudaraku, keadaanmu tidak seburuk yang kau pikir, jangan takut, berpikirlah positif bahwa di sekelilingmu itu tidak ada air, kering saja. Akhirnya ada seorang Realist, orang yang terakhir di kapal itu, orang ini langsung terjun ke laut dan dengan penuh resiko, ia menarik orang tersebut dan menyelamatkannya. Bapa/ibu/sdr/I setelah saudara terima Yesus maka berikanlah waktumu, tenagamu, doamu dan yang lain-lain dengan segalah pengorbanan sebagaimana orang yang realistis tadi, untuk menunjang pemberitaan Injil di dunia yang gelap ini. Makin banyak orang diselamatkan, maka makin besar juga pujian dan syukur dipanjatkan bagi Allah di sorga. Jadi, saudara saudara yang kekasih, kita dapat belajar dari keempat hal ini. Allah berinisiatif untuk penyelamatan, Allah bertindak memakai hamba-hamba Tuhan, dan Allah menanti respons atau jawaban dari pendengar. Marilah kita bersyukur kepadaNya yang begitu mempedulikan kita khususnya untuk menyelamatkan kita. Maka kita juga yakin bahwa Tuhan mempunyai rencana penyelamatan bagi semua orang karena korbanNya di salib untuk semua orang, dan juga Ia mempunyai caraNya sendiri untuk melakukannya. Pertama, kalau kita sudah diselamatkan oleh Kristus, maka kita harus menyadari bahwa Tuhanlah yang penuh kasih telah merencanakan keselamatan jiwa kita ini. Dua, Tuhanlah yang mengusahakan juga penyelamatan jiwa kita. Tiga, dalam tindakan penyelamatan Allah kepada kita, Tuhan juga menantikan dan menunggu jawaban kita yang positif. Empat, dalam tindakan penyelamatan melalui hamba-hamba Tuhan, maka pujian dan syukur itu harus dipersembahkan kepadaNya.
KisahPara Rasul 26 (disingkat "Kis 26") adalah bagian Kitab Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Halaman ini terakhir diubah pada 6 Januari 2019, pukul 15.40. Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya ”Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi. Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. Lalu kata Roh kepada Filipus ”Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!” Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus ”Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?” Jawabnya ”Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya. Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. Maka kata sida-sida itu kepada Filipus ”Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?” Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu ”Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?” [Sahut Filipus ”Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya ”Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”] Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Bacaan dan Renungan gratis terkait dengan Kisah Para Rasul 826-40

KisahPara Rasul 7:56: Pengantar | Konteks | Catatan Ayat TB: Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." BIS "Lihat," kata Stefanus, "saya melihat surga terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah!" FAYH: Dan ia berkata kepada mereka, "Lihatlah, saya melihat langit terbuka
Pendahuluan Penganiayaan terhadap Gereja di Yerusalem mengakibatkan anggota Gereja tercerai-berai ke seluruh Yudea dan Samaria. Filipus melayani di Samaria, di mana banyak orang menerima Injil Yesus Kristus. Setelah Petrus dan Yohanes melimpahkan karunia Roh Kudus kepada orang insaf baru, seorang penyihir bernama Simon berusaha membeli kuasa imamat. Allah kemudian membimbing Filipus kepada seorang pembesar Etiopia yang Filipus ajari tentang Yesus Kristus dan baptiskan. Saran untuk Pengajaran Kisah Para Rasul 81–25 FIlipus melayani di Samaria, di mana Simon si tukang sihir berusaha membeli kuasa imamat Perlihatkan sejumlah uang. Mintalah siswa untuk membayangkan mereka telah menerima sejumlah besar uang. Sesuatu apakah yang akan Anda beli dengan uang tersebut? Tandaskan bahwa sebagian orang percaya bahwa uanglah yang dapat membeli apa pun. Meskipun demikian, beberapa hal yang paling berharga dalam kehidupan tidak dapat dibeli. Ajaklah siswa untuk mencari sewaktu mereka menelaah Kisah Para Rasul 8 suatu karunia dari Allah yang tidak dapat dibeli. Ingatkan siswa bahwa di Kisah Para Rasul 7 kita mengetahui tentang kematian Stefanus si murid di tangan para penganiaya. Ajaklah beberapa siswa untuk bergiliran membacakan dengan lantang dari Kisah Para Rasul 81–5. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari apa yang para anggota Gereja lakukan sebagai akibat dari penganiayaan terhadap Gereja di Yerusalem. Anda mungkin ingin menjelaskan bahwa menyeret Kisah Para Rasul 83 berarti menarik atau menghela paksa. Penganiayaan menuntun anggota Gereja untuk melakukan apa? Arahkan perhatian siswa pada nama Filipus di ayat 5. Ingatkan siswa bahwa Filipus adalah salah seorang dari ketujuh murid yang ditahbiskan untuk membantu Dua Belas Rasul dalam melayani kebutuhan para anggota Gereja lihat Kisah Para Rasul 65. Mintalah siswa untuk merujuk pada selebaran “ikhtisar dari Kisah Para Rasul” lihat apendiks buku pedoman ini dan menemukan pemberian kewenangan Juruselamat yang dicatat di Kisah Para Rasul 18. Menurut Kisah Para Rasul 85, bagaimana Filipus mulai memenuhi pemberian kewenangan Juruselamat? Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 86–8 dengan lantang. Mintalah siswa untuk menyimak, dengan mencari bagaimana orang Samaria menanggapi pengkhotbahan Filipus. Bagaimana orang Samaria ini menanggapi pengkhotbahan Filipus? Di samping mengkhotbahkan Injil, pekerjaan lain apa yang Filipus lakukan? Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 89–11 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk menyimak dan mencari uraian mengenai orang Samaria bernama Simon. Apa yang dapat kita pelajari tentang Simon dari ayat-ayat ini? Jelaskan bahwa “penggunaan kuasa yang diperoleh dari bantuan atau kendali roh-roh jahat disebut ilmu sihir [tenung]” [Bruce R. McConkie, Doctrinal New Testament Commentary, 3 jilid 1965–1973, 282]. Apa dampak yang Simon miliki terhadap orang-orang? Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 812–13 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari bagaimana Simon menanggapi pengkhotbahan Filipus. Mintalah siswa untuk melaporkan apa yang mereka temukan. Menurut ayat 13, bagaimana Simon terdampak oleh “tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat” yang dia lihat? Ringkaslah Kisah Para Rasul 814–16 dengan menjelaskan bahwa Petrus dan Yohanes datang ke Samaria setelah mendengar bahwa orang-orang di sana telah menerima firman Allah. Mereka berdoa agar orang Samaria yang insaf akan menerima karunia Roh Kudus. Mintalah siswa untuk membaca Kisah Para Rasul 817 dalam hati, mencari apa yang Petrus dan Yohanes lakukan bagi para anggota Gereja yang baru di Samaria. Apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini tentang bagaimana karunia Roh Kudus diberikan? Setelah siswa menanggapi, tuliskan ajaran berikut di papan tulis Karunia Roh Kudus dilimpahkan setelah baptisan melalui penumpangan tangan oleh para pemegang imamat yang diwenangkan. Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 818–19 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari tawaran yang Simon buat kepada Petrus. Apa tawaran yang Simon buat kepada Petrus? Perlihatkan kepada siswa uang yang Anda perlihatkan di awal pelajaran. Ajaklah mereka untuk mempertimbangkan bagaimana mereka akan menanggapi Simon seandainya mereka berada dalam posisi Petrus. Ajaklah beberapa siswa untuk bergiliran membacakan dengan lantang dari Yohanes 820–24. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari apa yang Petrus ajarkan kepada Simon tentang menerima imamat. Apa yang Petrus ajarkan kepada Simon tentang imamat, seperti yang tercatat di ayat 20? Ketika dia menawari uang kepada Rasul sebagai ganti menerima imamat, apa yang tidak Simon pahami tentang imamat? Karena imamat adalah kepunyaan Allah, itu dapat dilimpahkan hanya sesuai kehendak-Nya. Allah menetapkan cara di mana imamat dapat diperoleh. Menurut ayat 21–23, mengapa Simon belum dapat menerima imamat? Dengan cara apa menurut Anda hati Simon, “tidak lurus di hadapan Allah”? ayat 21. Apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini mengenai menerima imamat? Siswa mungkin menggunakan kata-kata yang berbeda, namun pastikan mereka mengidentifikasi kebenaran berikut Imamat dilimpahkan menurut kehendak dan standar kelayakan Allah. Tulislah kebenaran ini di papan tulis. Menurut Anda mengapa penting untuk tahu bahwa imamat dilimpahkan ke atas individu hanya sesuai kehendak dan standar kelayakan Allah? Ringkaslah Kisah Para Rasul 825 dengan menjelaskan bahwa Petrus dan Yohanes mengkhotbahkan Injil di banyak desa orang Samaria. Kisah Para Rasul 826–40 Filipus mengajar dan membaptis seorang pembesar Etiopia Mintalah siswa untuk memikirkan situasi-situasi di mana mereka membutuhkan atau akan membutuhkan seseorang untuk membimbing mereka. Apa saja situasi di mana Anda dapat menjadi pembimbing bagi orang lain? Anda dapat mengajak siswa untuk memikirkan tempat tujuan atau topik yang tentangnya mereka memiliki pengetahuan atau bakat yang telah mereka kembangkan. Ajaklah siswa untuk mencari sewaktu mereka menelaah selebihnya dari Kisah Para Rasul 8 suatu cara penting di mana mereka dapat menjadi pembimbing bagi orang lain. Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 826–28 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari mengapa FIlipus pergi ke Gaza. Mengapa Filipus pergi ke Gaza? Siapa yang juga mengadakan perjalanan di area di mana FIlipus berada? Seorang sida-sida Etiopia. Jelaskan bahwa sida-sida adalah pembesar di sidang balairung raja atau ratu [lihat Bible Dictionary, “Eunuch”]. Apa yang dilakukan pembesar Etiopia itu dalam keretanya? Pembacaan dari Esayas, atau kata-kata Yesaya. Letakkan dua kursi saling berhadapan di depan ruangan. Mintalah dua sukarelawan untuk memerankan peran si pembesar Etiopia dan Filipus dalam laporan berikut. Anda mungkin ingin menugaskan peran-peran ini sebelum pelajaran dan mengajak para siswa ini untuk bersiap memerankan bagian mereka. Mintalah siswa yang memerankan si pembesar Etiopia untuk duduk di salah satu kursi dan siswa yang memerankan Filipus untuk berdiri dekat pintu. Mintalah siswa ketiga untuk melakukan peranan narator. Mintalah siswa ini untuk membacakan dengan lantang dari Kisah Para Rasul 829–39 dan memerankan bagian mereka masing-masing. Mintalah anggota kelas untuk memperhatikan apa yang terjadi antara Filipus dan si pembesar Etiopia. Sewaktu siswa membaca dan memerankan bagian mereka, lakukan yang berikut Setelah narator membacakan ayat 32–33, ajaklah siswa untuk mempertimbangkan menuliskan Yesaya 537–8 sebagai rujuk silang dalam tulisan suci mereka di samping Kisah Para Rasul 832–33. Setelah narator membacakan ayat 35, mintalah siswa yang melakukan peran FIlipus menjelaskan kepada anggota kelas apa yang dia akan ajarkan tentang Juruselamat dalam situasi ini. Anda mungkin ingin mengajak anggota kelas untuk memberikan saran juga. Ketika narator membacakan ayat 38, dengan santun mintalah agar sukarelawan tidak melakonkan pelaksanaan baptisan. Setelah para sukarelawan menyelesaikan kegiatan ini, berterimakasihlah kepada mereka dan persilakan mereka kembali ke tempat duduk mereka. Menurut ayat 29, mengapa Filipus pergi ke kereta si pembesar Etiopia? Menurut ayat 31, apa yang si pembesar perlukan agar dapat memahami tulisan Yesaya? Menurut ayat 35–38, bagaimana Filipus adalah pembimbing bagi si pembesar? Asas apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman Filipus mengenai hasil dari mengindahkan dorongan-dorongan dari Allah? Siswa mungkin menggunakan kata-kata yang berbeda, namun pastikan adalah jelas bahwa sewaktu kita mengindahkan dorongan-dorongan dari Allah, kita dapat menerima kesempatan untuk membantu membimbing orang lain kepada Yesus Kristus. Tulislah asas ini papan tulis. Sediakan bagi siswa salinan dari selebaran berikut. Ajaklah siswa untuk mengikuti instruksi di selebaran dan memikirkan cara-cara mereka dapat membantu membimbing seseorang kepada Yesus Kristus. Jelaskan bahwa mereka akan memiliki kesempatan untuk berbagi dengan anggota kelas apa yang mereka tuliskan. Gambarselebaran Membimbing Orang Lain kepada Yesus Kristus Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Baru—Pelajaran 87 Pilih salah satu dari situasi berikut Seorang remaja putra yang berteman dengan Anda adalah anggota Gereja Kristen lain. Suatu hari saat makan siang, Anda merasa terdorong untuk berbicara dengannya mengenai Gereja. Sementara berjalan pulang dari sekolah, Anda melihat seorang remaja putri sedang menangis. Anda mengenali dia sebagai anggota dari lingkungan Anda yang tidak menghadiri pertemuan-pertemuan gereja apa pun selama beberapa tahun. Anda merasa terdorong untuk berbicara kepadanya. Sewaktu Anda mencoba menghiburnya, dia menjelaskan tantangan-tantangannya dan bertanya, “Mengapa saya tidak bisa berbahagia?” Ibu dari seorang remaja putra yang berhubungan dengan Anda di situs media sosial baru saja meninggal dunia. Anda merasa terdorong untuk menanggapi pos berikut yang dia buat baru-baru ini “Merasa sendirian saat ini. Berharap bahwa seseorang memahami.” Di belakang lembaran kertas ini atau dalam buku catatan kelas atau jurnal penelaahan tulisan suci Anda, tulislah apa yang akan Anda katakan dan lakukan untuk membantu membimbing orang ini kepada Yesus Kristus. Dalam uraian Anda, sertakan jawaban terhadap pertanyaan berikut Kebenaran Injil apa yang akan Anda bagikan untuk membantu membimbing orang ini kepada Yesus Kristus? Satu tulisan suci apa yang mungkin akan Anda ajak agar orang ini telaah? Apa yang akan Anda ajak agar orang ini lakukan? © 2015 oleh Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved. Setelah waktu yang memadai, bagilah siswa menjadi pasangan-pasangan. Ajaklah siswa untuk menjelaskan kepada rekan mereka apa yang mereka tuliskan dan mengapa mereka mau menggunakan pendekatan itu. Ajaklah beberapa siswa untuk menjelaskan kepada seluruh anggota kelas apa yang mereka tuliskan. Anda dapat mempertimbangkan untuk mengajak siswa yang telah memilih salah satu dari kedua skenario pertama tadi untuk memainkan peran apa yang akan mereka katakan dan lakukan dalam situasi ini, dengan Anda memainkan peran individu yang sedang coba mereka tolong. Jika Anda melakukannya, berikan siswa satu menit untuk bersiap sebelum mengajak mereka untuk memainkan peran skenario tersebut bersama Anda. Kemudian ajukan pertanyaan berikut Kapan dan bagaimana Anda telah membantu membimbing seseorang kepada Yesus Kristus? Kapan dan bagaimana seseorang telah membantu membimbing Anda kepada Yesus Kristus? Imbaulah siswa untuk mengindahkan dorongan-dorongan dari Allah agar mereka dapat diarahkan kepada individu-individu yang dapat mereka tolong bimbing kepada Yesus Kristus. Ajaklah siswa untuk merenungkan apa dapat mereka lakukan dalam beberapa hari berikutnya untuk membantu membimbing seseorang yang mereka kenal kepada Yesus Kristus. Imbaulah siswa untuk melaporkan kembali kepada anggota kelas apa yang mereka alami. Ulasan dan Informasi Latar Belakang Kisah Para Rasul 818–23 Mengakses dan menggunakan imamat Presiden James E. Faust dari Presidensi Utama menjelaskan bahwa cara yang dengannya kuasa imamat diakses berbeda dari cara yang dengannya kuasa duniawi diakses “Yang terbesar dari segala kuasa ini, kuasa Imamat, tidak dapat diakses dengan cara kuasa digunakan di dunia. Itu tidak bisa dibeli atau dijual …. Banyak dari Anda menonton dan mengagumi olahragawan dengan posisi penting, seperti juga mereka yang memiliki kekayaan, ketenaran, serta kekuatan politik dan militer. Kuasa duniawi sering kali digunakan secara keji. Meskipun demikian, kuasa imamat dimohonkan hanya melalui asas-asas kesalehan yang melaluinya imamat diatur” “Power of the Priesthood,” Ensign, Mei 1997, 43. Presiden Gordon B. Hinckley menyatakan “Kelayakan pribadi menjadi standar hak memenuhi syarat untuk menerima dan menjalankan kuasa sakral ini” “Personal Worthiness to Exercise the Priesthood,” Ensign, Mei 2002, 52. Kisah Para Rasul 827–38 Membimbing orang lain kepada Yesus Kristus Penatua Jeffrey R. Holland dari Kuorum Dua Belas Rasul mengajar tentang pentingnya membantu membimbing orang lain kepada Juruselamat “Untuk kita masing-masing datang kepada Kristus’ [A&P 2059], untuk menaati perintah-perintah-Nya dan mengikuti teladan-Nya kembali kepada Bapa sesungguhnya merupakan tujuan tertinggi dan terkudus dari keberadaan manusia. Untuk membantu orang lain melakukan itu juga—untuk mengajar, membujuk, dan dengan doa yang sungguh-sungguh menuntun mereka untuk menapaki jalan penebusan itu juga—tentu saja itu pastilah tugas paling signifikan kedua dalam kehidupan kita. Barangkali itulah sebabnya Presiden David O. McKay pernah mengatakan, Tidak ada tanggung jawab yang lebih besar dapat diembankan kepada pria [atau wanita] mana pun, selain menjadi guru bagi anak-anak Allah’ [dalam Conference Report, Oktober 1916, 57]” “A Teacher Come from God,” Ensign, Mei 1998, 25.
8Oktober 2005 – Gempa berkekuatan 7,6 magnitudo di Pakistan merenggut nyawa lebih dari 40 ribu manusia. Kerusakan hebat disebabkan oleh pusat tumbukan di patahan dangkal. 26 Desember 2004 – Lautan Hindia menjadi pusat gempa berkekuatan 9,3 skala magnitudo dan memicu tsunami Sumatera di mana diperkirakan sebanyak 225 ribu orang menjadi korban.
KisahPara Rasul 14_:8-13 | Kuasa Allah bekerja dan si lumpuh sembuh Kisah Para Rasul 14_:14-18 | Mereka bukan dewa, melainkan hamba Tuh

kisahpara rasul 4 : 12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

SABDAwebKis 8:34. Maka kata sida-sida itu kepada Pilipus, "Aku sembahlah Tuan, nyatakanlah dari hal siapakah yang disabdakan demikian oleh nabi itu? Dari hal dirinya sendiri atau orang lainkah?" TSI (2014) Pejabat itu berkata kepada Filipus, “Tolong beritahukan kepada saya: Nabi itu berbicara tentang siapa? PesehlahBerita E (Kisah Para Rasul 8:26-40). TANGGAL 7 – 13 JULI 2013. Perbahanen Rasu-Rasul 8:26-40. 1. Filipus eme salah sada serayan siiangkat rasul-rasul atas usulen perpulungen guna nampati rasul-rasul ibas ngelai (band. Perbahanen 6:5-7). Kepeken ibas perkembangen pelayanen, dahin Pilipus la saja guna ngelai (pelayanan) meja, tapi pe
242 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan, dalam memecahkan roti, dan dalam berdoa.. 2:43 Dan, ketakutan datang ke atas setiap jiwa, dan banyak hal ajaib serta tanda-tanda yang terjadi melalui para rasul. 2:44 Semua yang percaya berkumpul bersama dan memiliki segala sesuatunya bersama-sama.
26) Namun kita harus mendamparkan kapal ini di salah satu pulau." (40) Mereka melepaskan tali-tali sauh, lalu meninggalkan sauh-sauh itu di dasar laut. Sementara itu mereka mengulurkan tali-tali kemudi, memasang layar topang, supaya angin meniup kapal itu menuju pantai. Kisah Para Rasul / Acts / 사도행전
KisahPara Nabi dan Rasul orang yang mulia. Tapi pada pengulangan yang kedua, dan ketiga, tetap nama Yunus yang keluar. Yunus sedar itu adalah kehendak Allah, ia kemudian rela menjatuhkan diri ke
fWypQ6.
  • thqgz8750r.pages.dev/916
  • thqgz8750r.pages.dev/526
  • thqgz8750r.pages.dev/76
  • thqgz8750r.pages.dev/870
  • thqgz8750r.pages.dev/492
  • thqgz8750r.pages.dev/92
  • thqgz8750r.pages.dev/652
  • thqgz8750r.pages.dev/653
  • kisah para rasul 8 26 40