JAKARTA, - Stroberi merupakan buah yang banyak digemari, tapi memiliki harga relatif lebih mahal dibanding buah lainnya. Maka itu, stroberi bisa menjadi komoditas pertanian yang menjanjikan. Namun, untuk mendapatkan hasil panen menguntungkan, teknik budi daya yang dilakukan harus benar. Salah satu cara menanam stroberi bisa dilakukan dengan sistem hidroponik. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Minggu 18/9/2022, berikut cara menanam stroberi dari biji menggunakan sistem juga Cara Menanam Strawberry Hidroponik, Tak Perlu Lahan Luas 1. Siapkan alat dan bahan SHUTTERSTOCK/MILAN SOMMER Ilustrasi strawberry hidroponik, menanam strawberry hidroponik. Sebelum mulai menanam stroberi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan. Beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan, antara lain jerigen, baki semai, hand sprayer, pot, tali kompos, pipa paron, timbangan ohaus, ember, bibit stroberi, dan pupuk siap pakai. 2. Semai benih stroberi Biji stroberi yang akan ditanam harus disemai terlebih dahulu. Penyemaian dilakukan dengan cara menaburkan biji di atas baki semai yang sudah berisi media bibit memiliki empat helai daun, bibit sudah siap dipindah tanam. Baca juga Ingin Menanam Stroberi di Dalam Pot? Ikuti 7 Langkah Ini 3. Penanaman Setelah bibit tumbuh, penanaman bisa segera dilakukan. Berikut cara menanam stroberi secara hidroponik. 1. Belah paralon menjadi dua bagian dan lubangi dengan jarak tiga sampai lima sentimeter. 2. Masukan media tanam berupa kerikil, pasir, dan sebagainya ke wadah atau pot. Pastikan wadah tersebut berlubang agar tanaman bisa mendapatkan air dan nutrisi. 3. Ambit bibit tanaman dan letakan pada media tanam.Bungamatahari dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga tinggi dengan kondisi sinar matahari yang penuh dan tidak terlalu berangin. Pastikan media tanam sudah basah dan lembab. Munculnya bunga strawberry adalah tanda tanaman strawberry akan menghasilkan buah, jika tanaman strawberry mulai berbunga maka musim strawberry berbuah dimulai. Strawberry, atau stroberi dalam bahasa Indonesia, adalah salah satu dari sejumlah tanaman yang membuat saya tertarik untuk menanamnya. Awalnya saya terpikir untuk menanam stroberi karena menurut saya buah ini harganya lumayan mahal. Di samping itu, mencarinya juga tidak mudah, karena cuma bisa ditemui di supermarket. Akhirnya, saya jadi terinspirasi untuk mencoba bertanam strawberry sendiri. Apalagi, saya tinggal di dataran rendah yang cuacanya bisa super panas di musim kemarau. Cukup menantang juga kan, menanam tanaman yang lebih suka hawa sejuk? Tadinya berniat menanam cuma untuk sekadar punya, lalu berubah jadi semacam tantangan pada diri sendiri bisa tidak saya menumbuhkannya di rumah dengan segala keterbatasan cuaca, lahan, pengetahuan dan sebagainya yang ada? Berbagai pengalaman, temuan dan pengetahuan yang saya dapat selama bertanam stroberi akan saya ceritakan dalam tulisan ini. Menanam Stroberi dari Benih Harus Sabar Percobaan pertama sayamenanam stroberi adalah melalui benih yang saya beli dalam bentuk kemasan ulang di salah satu toko online. Satu bungkus isinya hanya 10 biji stroberi. Menanamnya lumayan repot, karena disarankan benihnya dimasukkan ke dalam kulkas selama 2-4 minggu. Saat mau ditanam, harus direndam pula dalam air hangat selama 12-24 jam. Katanya ini dilakukan untuk mempercepat proses berkecambah. Memang biji stroberi ini termasuk keras, jadi perlu perlakuan khusus untuk membuatnya cepat bertunas. Sesudah melakukan segala proses itu, sayangnya upaya penanaman ini gagal. Saya tunggu sampai berminggu-minggu tetap tidak ada yang tumbuh. Suatu kali, tanpa sengaja saya membaca info dari internet bahwa benih yang sudah dibuka dari kemasan asli dan dikemas ulang bisa jadi kelembabannya berkurang sehingga mengubah kualitas benih. Saya perkirakan mungkin ini sebabnya benih stroberi yang saya tanam tidak ada yang bertunas. Tapi hal ini tidak selalu terjadi. Ada juga benih tanaman lain yang saya beli dalam kondisi dikemas ulang tapi tetap bisa bertunas. Percobaan kedua saya lakukan dengan menanam langsung dari buah stroberi yang mulai membusuk. Buah-buah tersebut saya tanam di dalam pot dan saya sirami dua kali sehari setiap hari selama sebulan. Ternyata tetap tidak ada tunas yang muncul. Akhirnya saya simpulkan percobaan ini pun gagal dan saya tidak lagi menyiramnya. Pot tersebut cukup lama menganggur sampai beberapa bulan, bahkan tanah di dalamnya sempat mengering. Kemudian, pot itu saya gunakan untuk menanam tanaman lain. Sejak ada tanaman di dalamnya, pot itu jadi rutin disiram. Berminggu-minggu setelahnya, saya mendapati banyak tunas bermunculan di sekitar tanaman di dalam pot, tapi saya tidak mengenali tunas itu merupakan tanaman apa. Tunas yang tumbuh dari biji Saya menduga mungkin ini stroberi yang dulu saya tanam, tapi masih ragu karena penanamannya sudah sejak berbulan-bulan lalu. Apa mungkin benihnya masih bisa tumbuh? Karena penasaran, saya putuskan untuk wait and see. Ternyata setelah membesar memang benar tunas tersebut merupakan tanaman stroberi yang sebenarnya sudah tidak saya harapkan lagi untuk tumbuh. Kesimpulannya, menanam stroberi dari benih itu harus sabar. Dari pengalaman saya tersebut, proses berkecambahnya butuh waktu berbulan-bulan. Mungkin kalau saya membeli dalam kemasan asli benih berkualitas, proses bertunasnya bisa jadi lebih cepat. Masalahnya saya tidak tahu, di antara berbagai merk benih stroberi yang beredar di pasaran, mana yang paling bagus kualitasnya. Anak Daun Stroberi Berkembang Secara Bertahap Seperti saya ceritakan di atas, awalnya saya sempat ragu kalau tunas yang tumbuh secara tak sengaja itu adalah tanaman stroberi. Mengapa? Karena penampakan daunnya tidak seperti daun stroberi yang saya tahu. Seharusnya tanaman stroberi memiliki daun majemuk dengan tiga anak daun, tapi daun yang tumbuh setelah daun lembaga itu cuma berdaun tunggal. Maklum saja kalau saya bingung, saya belum pernah melihat tanaman stroberi yang tumbuh dari biji. Satu-satunya petunjuk yang mengarah kepada ciri-ciri tanaman stroberi adalah tepi daunnya yang bergerigi. Inilah yang membuat saya mempertahankan tunas tersebut. Kalau tidak, mungkin sudah saya anggap tanaman liar dan saya cabut. Setelah saya rasa cukup besar dan kuat, sebagian tunas yang masih bertahan hidup saya pindahkan ke pot lain. Perkembangannya sangat lambat, dan saya semakin ragu setiap kali melihat daunnya tumbuh cuma satu. Saya sempat galau antara mau membuang atau mempertahankannya. Ya, lumayan kan potnya bisa dipakai untuk tanaman lain. Akhirnya rasa penasaran saya yang menang. Saya putuskan untuk menunggu lagi. Dan, penantian saya tidak sia-sia. Setelah kira-kira 6 helai daun tunggal yang tumbuh, daun ke-7 muncul dengan dua anak. Saya mulai optimis lagi kalau dugaan saya benar. Setelah itu, daun ke-8 yang tumbuh dengan tiga anak mengonfirmasi kalau tanaman tersebut memang stroberi. Hal ini lebih dipastikan lagi saat daunnya semakin banyak gambar 4. Perkembangan anak daun stroberi Jadi, ibarat bayi baru lahir tidak bisa langsung berjalan, begitulah adanya dengan tanaman stroberi ini. Daunnya tidak ujug-ujug langsung beranak tiga sejak setelah bertunas, tapi berkembang secara bertahap. Sesuatu yang tidak terpikirkan oleh saya, karena ini pertama kalinya saya menanam stroberi. Rasanya seperti menyaksikan keajaiban. Menanam Stroberi dari Anaknya Lebih Mudah dan Cepat Tanaman induk, sulur, dan anak stroberi Kalau sudah punya tanaman stroberi, untuk memperbanyaknya jauh lebih mudah. Dari tanaman stroberi tanaman induk lama-lama akan tumbuh sulur. Di ujung sulur tersebut akan tumbuh anak yang bakal menjadi calon tanaman baru. Tanaman anak ini langsung tumbuh dengan tiga anak daun, jadi perkembangannya juga lebih cepat. Perkembangan tanaman stroberi dari benih vs dari sulur Semakin besar, tanamannya akan semakin sering memproduksi sulur. Beberapa diantaranya saya tanam, selebihnya saya potong untuk dibuang. Saya harus rajin-rajin memangkasnya supaya tidak menghambat pertumbuhan daun dan buah. Tajuk Stoberi Tidak Boleh Tertutup Tanah Saat menanam stroberi, kita harus pastikan bagian bawah tanamannya yang disebut crown tajuk tidak tertimbun tanah, karena dari situlah bakal daun, buah, dan sulurnya akan tumbuh. Tajuk tersebut bukanlah akar, justru akarnya akan tumbuh di bawah tajuk tersebut. Kalau bagian tajuk tersebut tertutup tanah, tanamannya akan mati. Jadi sangat penting memperhatikan posisi penanamannya. Oleh karena itu, kalau menanam anak stroberi yang muncul dari sulurnya, saya tidak pernah menimbunnya dengan tanah. Cukup saya letakkan di atas permukaan tanah, nanti dari bagian bawahnya akan tumbuh akar dalam waktu 1-2 hari saja. Untuk tanaman stroberi yang tumbuh dari biji, saya menemukan hal yang sama. Hanya ada sedikit perbedaan, yaitu akarnya tumbuh di dua tempat yang berbeda. Pertama adalah akar lembaga yang tumbuh pertama kali saat bertunas. Akar ini tersembunyi dalam tanah. Kedua adalah akar yang tumbuh di bawah tajuk. Akar ini biasanya akan tumbuh kalau dedaunannya sudah agak banyak. Sebagai orang awam, menyaksikan segala proses ini saya cuma manggut-manggut takjub sambil membatin, “oh, begitu toh….” Pertumbuhan akar stroberi Kalau tajuk stroberi sudah mulai kelihatan bentuknya, cukup dibiarkan saja di atas permukaan tanah tanpa perlu ditimbun, sampai tumbuh akar sendiri. Tanaman Stroberi Bisa Hidup di Dataran Rendah Berbagai referensi menyebutkan bahwa tanaman stroberi merupakan tanaman subtropis. Dia lebih suka hidup di dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1500 meter di atas permukaan laut. Di tempat seperti inilah katanya tanaman stroberi bisa tumbuh maksimal. Tanaman stroberi butuh sinar matahari selama kurang lebih 8 jam sehari, tetapi dia juga tidak tahan dengan hawa panas. Temperatur panas bisa menyebabkan ukuran buah menjadi kecil. Memang begitulah faktanya. Sejauh ini, buah stroberi yang dihasilkan pada musim kemarau dan awal musim hujan cenderung berukuran kecil. Walaupun belum tentu penyebab utama dan satu-satunya adalah cuaca panas, kemungkinan pengaruh faktor iklim itu tetap ada karena tanaman ini tidak hidup di lingkungan yang sesuai. Buah stroberi berukuran kecil Selain itu, ada satu lagi perbedaan yang saya dapati waktu musim berubah. Saat musim hujan tiba dan suhu udara lebih bersahabat, daun-daun stroberi saya yang hidup di dataran rendah ini tumbuh dengan ukuran lebih besar dibandingkan saat kemarau. Dengan catatan, tanamannya tidak terkena hujan terus-menerus. Tanaman stroberi juga tidak mau tumbuh dengan baik kalau selalu terkena hujan. Jadi cukup gampang-gampang susah memeliharanya di dataran rendah. Pada musim kemarau, posisinya harus diatur sedemikian rupa supaya tidak seharian terjemur sinar matahari, karena sinar matahari di musim kemarau sangatlah terik. Pada musim hujan, dia pun harus dilindungi dari curah hujan yang berlebihan. Tanaman yang sudah besar sebenarnya cukup tahan terhadap sinar matahari, tapi yang masih kecil baik yang tumbuh dari benih maupun dari sulur sebaiknya memang diletakkan di tempat teduh. Untuk anak stroberi, dia akan lebih tahan terhadap sinar matahari kalau sulurnya masih tersambung ke induknya. Jadi, saat baru ditanam, biasanya saya biarkan saja sampai akarnya tumbuh menguat dulu, baru sulurnya saya potong dari induknya. Saya pernah terburu-buru memisahkan induk dari anaknya saat akar si anak baru saja tumbuh. Sayangnya, saya lupa memindahkan pot berisi tanaman anak tersebut ke tempat yang teduh. Tanpa dukungan lagi dari sang induk, kemudian terpapar sinar matahari yang terik, daunnya pun jadi layu. Walaupun akhirnya selamat, butuh waktu berhari-hari bagi tanaman itu untuk segar kembali. Dari pengalaman menghadapi berbagai kondisi cuaca tersebut, ada satu hal yang jadi poin penting. Tanaman stroberi ini berhasil beradaptasi dan bertahan, jadi bisa saya simpulkan bahwa stroberi bisa hidup di dataran rendah yang suhunya panas, walaupun hasilnya kurang maksimal. Perbedaan Sulur, Daun, dan Bakal Buah Ketiganya jelas beda dari berbagai aspek. Di sini saya cuma ingin membahas perbedaan penampakan saja. Kenapa? Sebab saya pernah keliru mengira sulur sebagai bakal buah. Saya sudah senang, ternyata salah sangka. Lumayanlah, agak kecewa juga. Jadi karena ini salah satu momen yang tidak terlupakan, saya ingin menuliskannya di sini. Sulur memiliki ujung lancip yang nantinya akan tumbuh menjadi tanaman anak. Biasanya batangnya berwarna merah, walaupun ada juga yang hijau. Batang yang berwarna hijau ukurannya lebih besar daripada yang merah. Sulur stroberi berbatang hijau kiri dan merah kanan Bakal daun lebih mudah dikenali. Biasanya calon daun yang baru muncul terlihat berlapis-lapis dari atas, dan geriginya juga sudah kelihatan. Sementara menentukan bakal buah bisa dilihat dari kelopak bunganya yang runcing. Kalau ingin melihat perbedaan yang semakin nyata dari hari ke hari antara daun dan bakal buah, bisa dilihat pada gambar di bawah ini hari ke-4 memang tidak ada fotonya. Kebetulan di sini bakal daun dan buah muncul berdempetan. Perkembangan daun dan bakal buah stroberi Penutup Meskipun pengetahuan saya terbatas dan kondisi lingkungannya tidak ideal, upaya bertanam strawberry ini berhasil juga. Memetik hasilnya memang sangat membahagiakan, tapi hal yang paling berkesan dan jauh lebih berharga buat saya adalah pengalaman bertanam itu sendiri.
JAKARTA, - Strawberry bukan buah asli Indonesia. Maka dari itu, budidaya strawberry di Indonesia butuh perawatan yang rutin agar pertumbuhan dan produktivitasnya maksimal. Lalu, bagaimana cara merawat tanaman strawberry? Dilansir dari situs Strawberry Plants LLC, berikut kegiatan perawatan tanaman strawberry yang perlu dilakukan. Mencukupi kebutuhan air Penyiraman menjadi salah satu bentuk perawatan tanaman strawberry yang perlu dilakukan. Hal tersebut dikarenakan stroberi membutuhkan lingkungan tumbuh yang juga Cara Menanam Strawberry di Daerah Panas Kegiatan penyiraman dilakukan secara rutin dari awal bunga mekar sampai akhir panen. Jumlah air yang cukup akan membuat tanaman terhindar stres dan dapat membantu pembentukan kuncup buah di tahun berikutnya. SHUTTERSTOCK/LUNARVOGEL Ilustrasi menanam strawberry di pot. Dengan kata lain, air berguna untuk menjaga produktivitas tanaman. Meskipun demikian, pemberian air pada tanaman strawberry tidak boleh berlebih. Sistem drainase harus tetap diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan tanaman strawberry tidak menyukai tempat tumbuh yang digenangi air. Media tanam yang terlalu basah justru bisa membuat tanaman Cara merawat tanaman strawberry lainnya yaitu melakukan pemupukan. Kegiatan perawatan ini bertujuan untuk menunjang pertumbuhan tanaman strawberry dan membuat produktivitasnya maksimal. Baca juga Cara Menanam Strawberry Hidroponik, Tak Perlu Lahan Luas Pemupukan dilakukan secara bertahap. Pemupukan pertama dilakukan sebelum menanam stroberi sebagai pupuk dasar. Pemupukan kedua dilakukan setidaknya 4 sampai 6 minggu sekali selama masa pertumbuhan tanaman. Selain memahami waktu pemupukan, jenis pupuk juga perlu diperhatikan. Sebaiknya jangan terlalu banyak memberikan pupuk nitrogen karena bisa membuat buah strawberry lunak dan mudah rusak. Berikan pupuk yang berimbang supaya unsur hara terserap dengan maksimal. Sementara itu, jika ingin menggunakan pupuk organik, Anda bisa memanfaatkan tepung darah sebagai sumber nitrogen dan pupuk tulang sebagai penyedia unsur fosfat. Pengendalian hama dan penyakit Sama halnya dengan tanaman lainnya, tanaman strawberry juga berisiko terserang hama maupun penyakit. Upaya pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan dengan cara preventif menggunakan perangkap. Dengan demikian, pertumbuhan dan produktivitas tanaman tetap maksimal. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Disisi lain buku ini memberikan motivasi kepada pembaca yang ingin melakukan berkebun mulai dari nol, atau mungkin ingin menyalurkan hobi tentang tanam-menanam.www.guepedia.comEmail : guepedia@gmail.comWA di 081287602508 Happy shopping & readingEnjoy your day, guys JAKARTA, - Strawberry merupakan tanaman buah yang berasal dari Amerika Selatan dan cocok dibudidayakan di daerah subtropis. Di Indonesia, tanaman strawberry cocok dibudidayakan di dataran tinggi. Selain memperhatikan syarat tumbuhnya, penggunaan bibit yang unggul juga akan mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Bibit tanaman strawberry biasanya diperoleh dari perbanyakan menggunakan sulur. Dikutip dari buku SOP Perbanyakan Benih Stroberi Fragaria sp., Senin 19/12/2022, berikut tahapan pembibitan sulur strawberry yang benar agar menghasilkan bibit strawberry juga Cara Menanam Strawberry di Pot, Praktis Tanpa Lahan LuasAlat dan bahan Tahapan awal dalam pembibitan strawberry menggunakan sulur yaitu menyiapkan alat dan bahan. Berikut beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembibitan tanaman strawberry Shutterstock/Agenturfotografin Ilustrasi tanaman stroberi Alat Polybag atau pot kecil ukuran 10 x 15 cm Penjepit Ember Alat takar Sprayer Bahan Tanaman induk Media tanam dari campuran tanah atau cocopeat dan kompos dengan perbandingan 11 Pestisida Pupuk daun Baca juga Cara Menanam Strawberry dari Biji dengan Sistem Hidroponik Pembibitan strawberry menggunakan sulur Setelah alat dan bahan tersedia, tahapan berikutnya yaitu pembibitan strawberry. Cara melakukan pembibitan sulur strawberry diawali dengan memasukkan media tanam pada polybag atau pot kecil sampai penuh.Dibawahini ada beberapa cara untuk melepaskan biji strawberry dari buahnya untuk dijadikan benih dari cara yang paling mudah sampai cara yang bakal menguras kesabaran kamu. Berbagai langkah tersebut diantaranya adalah sbb: 1. Mencungkil biji Strawberry.
Lajupertumbuhan tanaman hidroponik bisa mencapai 50% lebih cepat dibanding tanaman yang ditanam di tanah pada kondisi yang sama. Alasan untuk ini adalah karena tanaman hidroponik langsung mendapatkan makanan dari air yang kaya nutrisi. Kondisi ini juga membuat tanaman tidak perlu akar besar untuk mencari nutrisi.– Sulit rasanya menolak buah strawberry yang lezat. Jika Anda menyukai buah ini, mengapa tidak mencari tahu cara menanam stroberi di rumah daripada terus membeli? Buah strawberi Tidak hanya tampilannya yang indah, rasanya juga segar. Kandungan vitamin C dan E dalam buah strawberry juga sangat tinggi. Jadi tidak ada salahnya untuk belajar menanam stroberi di rumah. Apakah Anda ingin tahu betapa mudahnya menanam buah merah yang satu ini? Lihat di sini sehingga Anda dapat langsung menanam buah sehat ini di rumah. Cara Menanam Strawberry Cara Menanam StrawberrySyarat TumbuhPemilihan BibitPengolahan Lahan TanamProses PenanamanPerawatan dan PemeliharaanPenyiramanPenyulamanPengendalian Hama dan PenyakitPemupukanPerempalanProses PemanenanShare thisRelated posts Syarat Tumbuh Buah Strawberry membutuhkan sekitar 10 jam sinar matahari dalam hujan yang dibutuhkan adalah 600-800 mm / udara tidak lebih dari 20 derajat yang dibutuhkan adalah 80% – 90%.Lokasi penanaman berada di ketinggian 900 – 2000 meter di atas permukaan laut. Pemilihan Bibit Ini adalah langkah pertama dan paling penting dari tahap selanjutnya. Bibit berkualitas tinggi sangat diperlukan untuk mendapatkan panen yang baik. Memilih bibit yang salah pada saat ini tentu akan mempengaruhi hasil stroberi Anda. Bibit stroberi yang dibutuhkan bibit yang tahan terhadap hama dan penyakit. Selain itu, bibit stroberi yang digunakan harus memiliki hasi panen secara melimpah dan menunjukkan pertumbuhan yang baik. Cara terbaik untuk mendapatkan benih adalah dengan datang ke toko pertanian atau membelinya langsung dari petani stroberi untuk menghindari kesalahan saat memilih benih ini. Pengolahan Lahan Tanam Langkah selanjutnya adalah menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai media tanam. Pada tahap ini Anda dapat menggunakan kebun Anda sebagai media untuk menanam stroberi. Yang paling penting adalah mempersiapkannya dengan baik. Pengolahan Lahan pekarangan sebagai Lahan Tanam Lahan di cangkul sedalam 30 cm dan diamkan selama 1 minggu agar racunnya hilang yanga ada di dalam tanah. Tambahkan pupuk untuk meningkatkan kesuburan dan unsur hara di tanah dan untuk melengkapi nutrisi tanaman stroberi Buat bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi kira-kira 30 cm. Untuk jarak antar bedengan diatur sekitar 50-60cm. Tutupi bedengan dengan plastik mulsa. Waktu yang baik untuk pemasangan mulsa adalah siang hari untuk menutupi bedengan dengan baik. Buat lubang tanam dengan diameter 8-10 cm dan jarak antara lubang 30 cm. Proses Penanaman Waktu di mana stroberi ditanam dan dirawat memiliki dampak signifikan pada hasil karena memiliki dampak langsung pada kualitas pertumbuhan stroberi. Waktu terbaik untuk menanam stroberi adalah di pagi hari agar bibit tidak terlalu banyak terkena sinar matahari saat tanam dan tanaman layu. Pindahkan bibit dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan akar, dan kemudian letakkan di lubang tanam yang telah Anda siapkan di bedengan dan polybag. Kemudian segera tutup dengan tanah lagi atau gosok dengan abu. siram bibit yang baru saja ditanam secukupnya sehingga bibit cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Perawatan dan Pemeliharaan Penyiraman Lakukan Penyiraman stroberi secara rutin dengan cerek sejak awal penanaman hingga awal periode generatif. Lakukan penyiraman secara intensif, buat jadwal jika perlu. Pastikan Anda menjaga kelembaban media tanam dan jangan biarkan tanah kering. Penyulaman Jika ada tanaman stroberi yang mengalami gangguan pertumbuhan, yang tidak tumbuh sempurna, rusak dan bahkan mati, lakukan langkah Penyulaman. Tanaman mati diganti dengan bibit baru dalam polybag yang sama. Penyulaman sangat penting agar kegagalan panen berikutnya tidak terjadi lagi. Pengendalian Hama dan Penyakit Selain penyiraman, Anda juga perlu memperhatikan keberadaan hama. Jika Anda melihat hama pada tanaman, lakukan pembersihan segera. Atau Anda juga bisa menyemprotkan pestisida yang direkomendasikan untuk tanaman stroberi. Upaya mencegah merpati atau burung lain mengganggu stroberi. Pemupukan Tanaman stroberi yang Anda tanam setelah memasuki usia 2 bulan harus diberi pupuk untuk mempertahankan kemampuan tumbuhnya. Gunakan pupuk organik atau anorganik sesuai dosis yang ditentukan. Saat pemupukan, usahakan untuk pupuk tidak mengenai organ tanaman seperti batang, daun dan buah-buahan. Perempalan Perempalan dilakukan ketika ada batang atau tunas tanaman yang tumbuh berlebihan. Cara untuk mendapatkan lebih banyak bagian vegetatif dari tanaman adalah dengan memotong 1-2 tunas di sebelah tanaman yang umumnya merunduk pada setiap pohon. Selain itu, pucuk ini dapat ditanam kembali sebagai benih vegetatif atau dibuang. Proses Pemanenan Tanaman stroberi dapat dipanen pada usia 2 hingga 4 bulan. Setelah panen pertama ini, Anda dapat melakukan panen berikutnya setiap 3 hari atau dua kali seminggu. Saat panen, Anda juga harus memperhatikan kondisi buahnya agar tidak panen terlalu dini atau terlalu tua. Berhati-hatilah saat memanen stroberi. Jangan biarkan fisiknya selama panen. Panen yang benar terjadi dengan memotong tangkai dengan gunting dan kemudian mencuci buah stroberi segar ini untuk dikonsumsi segera. Demikianlah pembahasan tentang cara menanam strawberry semoga dapat bermanfaat untuk anda Baca Juga Artikel Lainnya 6 Cara Menanam Kurma Supaya Cepat Berbuah11 Cara Menanam Melon yang Baik9 Cara Menanam Rumput Jepang agar Cepat Merambat