3. Gangguan gas darah arteri menyebabkan penurunan pH < 5,3, CO2, dan HCO3 (bikarbonat). (Nursalam, 2006) Pemeriksaan penunjang pada gagal ginjal kronik : o Pemeriksaan laboratorium. Dilakukan untuk menetapkan adanya GGk, menentukan ada tidaknya kegawatan, menentukan derajat GGK, dan membantu menetapkan etiologi.ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RSUD. ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Untuk memperoleh gelar Ahli Madya Keperawatan (Amd.Kep) Pada Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur Disusun Oleh: Nama: Kristia Ayu Indah Puspitasari NIM : P07220116017 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN Ensefalopati uremikum adalah kelainan otak organik yang terjadi pada pasien dengan gagal ginjal akut maupun kronik. Di Indonesia jumlah pasien gagal ginjal kronik diperkirakan sekitar 50 orang per satu juta penduduk. Pasien wanita 51 tahun datang dengan penurunan kesadaran sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Pasien mengalami penyakit gagal ginjal kronik karena hipertensi yang di deritanya selama 2 tahun yang lalu akibat pola makan yang terlalu banyak mengandung garam dan sekarang pasien melakukan hemodialisa rutin setiap hari senin dan kamis. b. Pernah dirawat/dioperasi.
Pada gagal ginja kronik, ginjal tidak mampu mempertahankan keseimbangan cairan sisa metabolisme sehingga menyebabkan penyakit gagal ginjal stadium akhir (Terry & Aurora, 2013) CKD atau gagal ginjal kronik didefinisikan sebagai kondisi dimana ginjal mengalami penurunan fungsi secara lambat, progresif, irreversibel, dan samar (insidius) dimana
Batu ginjal. Penyebab gagal ginjal kronik antara lain: 1. Diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2 yang tidak terkontrol dan menyebabkan nefropati diabetikum. 2. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. 3. Peradangan dan kerusakan pada glomerulus (glomerulonefritis), misalnya karena penyakit lupus atau pasca infeksi.