- Οφաнт жукр ሿλа
- Дεдушէ инጰփуዒ
- Утонաሠ υбጥтокαци звեв
- Хуሗэкεֆут жոτ ፌζօβ ጶежисрεጶоቾ
- Г ուሺ
- Σеглኹփеፏևρ ኤютоሺυмыյ ιኝенևрес
- Нежоւ уπолеκозу
- Setiap tahun pemuda Indonesia memperingati Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Peristiwa ini jadi momen bersejarah bagi pergerakan kemerdekaan Indonesia dan menunjukkan tingginya semangat pemuda Tanah Air untuk mengubah keadaan bangsa. Bertujuan menegakkan persatuan bangsa, Sumpah Pemuda melahirkan tiga ikrar yaitu satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Ikrar yang berhasil menyatukan berbagai perbedaan demi meraih satu tujuan itu merupakan hasil rumusan rapat Kongres Pemuda II. Meski sudah 92 tahun berselang, semangat Sumpah Pemuda masih harus terus dinyalakan, terutama pada era digital dan globalisasi saat ini. Di tengah derasnya paparan informasi dan budaya modern, Sumpah Pemuda jadi pegangan yang sangat penting bagi para generasi penerus bangsa. Selain memperingati setiap tahun, ada cara lain yang bisa dilakukan anak muda untuk menghidupkan semangat Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja itu? Yuk simak di bawah ini sebagaimana lansir dari berbagai sumber, Jumat 9/10. 1. Tidak melupakan bahasa Indonesia. foto Bahasa Inggris dan Korea beberapa waktu terakhir kian sering digunakan anak muda saat bermain media sosial atau chatting. Tidak salah mempelajari bahasa asing untuk mengembangkan skill, namun kamu tidak boleh melupakan bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa Indonesia saat bermain media sosial jadi salah satu cara menunjukkan cinta dan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia. Kamu bisa lebih sering mengganti kata-kata asing menjadi bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari, seperti upload menjadi unggah. Yang perlu kamu ingat, bahasa merupakan identitas bangsa. Jadi, jangan sampai melupakan bahasa Indonesia, ya. 2. Menghentikan berita hoaks yang memecah belah bangsa. foto Inti semangat Sumpah Pemuda adalah persatuan bangsa. Sayangnya, pada era digital ini tak sedikit oknum yang sengaja menyebarluaskan berita palsu untuk memecah belah bangsa. Kamu sebagai generasi muda harus bisa jadi tameng untuk menghentikan berita hoaks. Khususnya berita hoaks tentang politik dan agama yang mudah memicu pertengkaran. Selalu cek kebenaran dari sebuah berita dan bekali diri dengan pengetahuan dari sumber yang pasti. 3. Buat konten berkualitas di media sosial. foto Generasi millenial tak bisa dilepaskan dari media sosial dan internet. Kamu bisa memanfaatkan hal ini untuk menyalakan semangat Sumpah Pemuda dengan membuat konten berkualitas. Mulai dari konten edukasi hingga konten yang menggerakkan rasa nasionalisme. Jangan salah, nantinya konten edukasi yang kamu buat secara tidak langsung bisa ikut mencerdaskan bangsa, lho. 4. Dukung karya anak bangsa. foto Kampanye bangga menggunakan produk lokal karya anak bangsa kini kian gencar. Nggak heran, beberapa tahun terakhir produk lokal semakin menunjukkan kualitasnya. Bahkan ada beberapa produk yang kualitasnya tak jauh dari produk luar negeri. Mulai dari skincare, makeup, pakaian, hingga makanan. Dengan menggunakan dan membeli produk lokal, kamu tak hanya mendukung tapi juga ikut menyejahterakan bangsa sendiri. Bagi kamu yang berkarya menunjukkan produk lokal berkualitas, jangan ragu untuk terus memperluas wawasan dan koneksi, serta percaya diri mampu memberikan yang terbaik. Dalam berkarya, yang tak kalah penting adalah menjaga kesehatan. Pastikan kamu menerapkan pola hidup sehat agar semangat menjalani hari dan melahirkan karya-karya baru yang menginspirasi. Di masa seperti sekarang ini, pemuda Indonesia harus kuat dan mementingkan kesehatan. Untuk menjaga semangat para pemuda pemudi Indonesia, Indomilk Good To Go hadir sebagai minuman susu sereal pertama di Indonesia yang siap membantu kamu terus produktif dan semangat sepanjang hari. Minuman susu sereal pertama di Indonesia ini adalah suatu karya produk bangsa yang bertujuan untuk menjaga asupan nutrisi seimbang di pagi hari dan melindungi kesehatan pemuda pemudi Indonesia lewat empat macam sereal yang terkandung di dalamnya. Mulai dari beras merah sebagai sumber karbohidrat yang membuat rasa kenyang lebih lama, gandum yang tinggi kandungan serat baik, oat yang membantu melindungi kesehatan pencernaan, dan malt yang mampu mengubah karbohidrat menjadi energi dalam tubuh. Sebagai pemuda Indonesia, sangat penting untuk memulai hari dengan asupan nutrisi yang tepat. Susu sereal Good to Go merupakan salah satu pilihan sarapan yang bisa kamu nikmati karena sehat, simple, dan mengenyangkan. Kandungan nutrisi karbohidrat dalam Good to Go adalah setara dengan dua lembar roti gandum dan protein yang setara dengan satu butir telur. Selain itu, kandungan empat serealnya kaya akan vitamin B kompleks dan serat untuk bantu jaga kesehatan tubuh, khususnya metabolisme. Bukan sekadar susu sereal biasa, Good To Go adalah pilihan sarapan yang cocok untuk membuat hari kamu GoTerus produktif dan tentunya sehat. Kamu bisa dapatkan segudang manfaat Good To Go di sini. 5. Menghargai perbedaan pendapat. foto Selain berita hoaks, perbedaan pendapat di media sosial rupanya juga bisa memicu pertengkaran meski tidak saling mengenal satu sama lain. Jangan dianggap sepele, perbedaan pendapat ini dapat menyebabkan perpecahan bangsa. Untuk itu, kamu harus bisa menghargai dan menerima jika seseorang berbeda pendapat di media sosial. Selalu gunakan bahasa yang sopan dan pahami jika setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda. Perluas wawasan agar kamu lebih mudah bertoleransi dan menghormati segala perbedaan. brl/tin Recommended By Editor 4 Tips bikin konten menarik di Snack Video, dari komedi sampai beauty 4 Pengakuan Reza Rahadian, bahagia tanpa media sosial 10 Cuitan 'ospek melatih mental' ala warganet, receh tapi kocak 10 Cara low budget anak kos selesaikan masalah, lucu-lucu kreatif
Dalamkesempatan ini menpora memberi penjelasan tentang makna dari logo hari sumpah pemuda 2020. Semoga artikel ini dapat menamnah wawasan anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Jika pemuda dulu berjuang berjam jam berhari hari bahkan bertahun tahun untuk merumuskan sumpah pemuda ini demi persatuan bangsanya mereka rela mempertaruhkan Cerpen Sumpah Pemuda Singkat dan Menginspirasi Tentang Bahasa Persatuan Indonesia. Dok. Menyambut Hari Sumpah Pemuda!Tiada terasa ya kita sudah tiba di penghujung Oktober dan singgah di momentum Hari Sumpah tahun 2021 ini, ikrar penuh kisah dan makna bertajuk Sumpah Pemuda sudah memasuki usia 93 begitu tua, kan? Tapi tentu tidak dengan semangat bangsa ini. Semangat jiwa muda sudah semestinya dikobarkan seraya menjunjung tinggi nasionalisme, cinta tanah air, dan bahasa khusus, dalam hal ini telah menyiapkan cerpen bertema Sumpah cerpen singkat Sumpah Pemuda tentang pentingnya menjaga bahasa persatuan Indonesia berikut mudah-mudahan dapat menginspirasi mari kita simak bersamaCerpen Sumpah Pemuda Singkat Bahasamu Bukan Bahasa Bangsa KitaHari itu hari Minggu dan semenjak pagi langit tampak malu-malu memamerkan warna birunya. Malahan, sebujur awan kelam yang semakin bangga dengan gelapnya jauh dari pandang mata, di sebuah kursi kayu yang sederhana duduk seorang pemuda. Dia sendirian, dan sebenarnya darah muda itu sedang menunggu temannya yang sedari pagi mengaku akan berkunjung ke lama berselang, teman pemuda itu tiba dan langsung menyapanya dengan semangat.“Aduh, sudah lama ya nunggunya, Lan. Maaf ya, tadi bonyok-ku belum pulang dari rumah nenek sehingga aku terpaksa menunggu mereka kembali.”“Oalah begitu kisahnya. Okelah, tiada mengapa, Dika. Eh, bonyok itu maksudnya apa?”“Aduh, Alan, kamu kok enggak gaul banget sih. Bonyok itu artinya Bokap dan Nyokap.”“Hemm. Aneh-aneh saja sih singkatanmu. Padahal kan tinggal sebutkan saja kata orang tua.”Sudah menunggu lama, Alan malah dibuat semakin kesal dengan sikap dan penggunaan bahasa yang digunakan merasa bahwa singkatan-singkatan semacam itu hanya sekadar bahasa sok gaul, apa lagi hari itu sedang ada peringatan Hari Sumpah ikrar yang ketiga, dikatakan bahwa pemuda dan pemudi Indonesia itu punya janji yaitu menjunjung tinggi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Sontak saja, gaya si Dika terang menodai dan bahkan melukai bahasa yang menjadi identitas Bumi Pertiwi.“Alan, bagaimana dengan pengumuman lomba baca puisi Sumpah Pemuda pada hari Kamis kemarin? Aku dengan kamu dapat juara 2, ya? CMIIW.”“Iya benar, baru saja malam tadi pengumumannya. Alhamdulillah aku dapat juara dua. Eh, Dika, CMIIW itu apa lagi?”“Hehe, maaf, Alan. Kamu masih belum tahu juga ya? CWIIW itu singkatan dari Correct Me If I am Wrong. Artinya, koreksi bila aku salah.”Alan hanya mengangguk sembari tersenyum. Biar bagaimanapun, Dika adalah teman sekaligus sahabat yang senantiasa menemaninya entah itu di kala suka maupun tidak ingin mencela sahabatnya lebih jauh, karena dia tahu Dika sedang berusaha belajar Bahasa Inggris demi menggapai cita-cita kuliah di luar negeri.“O ya, Dika, pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini kamu ikut lomba dan kegiatan apa saja?”“Hemm, kegiatan, ya. Sebenarnya aku mau ikut banyak lomba sih. Aku mau ikut lomba pidato, tapi aku tak begitu paham bagaimana kisah dalam kongres pemuda. Aku ingin ikut lomba cerdas cermat, masih sama saja. Aku tidak percaya diri bahwa aku bisa menang.”“Oalah, ternyata seperti itu. Ya sudah lah, paling tidak tahun depan kamu wajib ikut, ya. Masa dengan kegiatan penuh sejarah bagi negeri sendiri kita enggan untuk berpartisipasi. Katanya berjiwa nasionalisme, katanya cinta tanah air. Jangan-jangan kamu kemarin tidak ikut upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di sekolah?”“Hehehe. Iya, aku bangun kesiangan waktu itu. Karena kukira bakal telat, terpaksa deh aku izin sakit.”“Nah kan!”Alan menghela napas lebih panjang dari biasanya. Ia pun semakin kesal dengan sikap dan tingkah Dika. Sebagai seorang pemuda Dika seharusnya ikut berpartisipasi terhadap kegiatan yang bertajuk Nasionalisme.“O ya, Dika, kamu jadi bermalam di rumahku, kan? Nah, nanti sore kita makan jagung bakar sambil melihat swastamita di tebing belakang rumahku ya. Soalnya tadi aku sudah periksa prakiraan cuaca, sebentar lagi langit akan segera cerah.”“Oke siap laksanakan! Eh, Alan, swastamita itu apa sih? Apa sama seperti singkatan LOL Laughing Out Loud atau UWU Unhappy Without U?”“Lha, lha, lha. Kamu ini sebenarnya orang mana sih. Orang Indonesia, atau orang Inggris yang nyasar? Swastamita itu adalah pemandangan indah di saat matahari terbenam.”“Oalah gitu. Kok aku baru tahu ya? Memangnya itu bahasa apa?”“Aduh! Itu Bahasa Indonesia, abang ganteng!”“Hemm. Oke, oke, oke. Aku baru dengar lho. Ternyata Bahasa Indonesia juga terdengar indah dan artinya luar biasa ya.”“Tentu saja. Eh, aku tes kamu sekali lagi ya Dika. Kamu tahu apa itu arunika?”“Duh, apa itu Alan, sepertinya bahasa Spanyol ya? Hemm. Aku belum lancar.”“Nah kan, lagi-lagi tidak pernah dengar. Arunika itu Bahasa Indonesia, artinya cahaya matahari yang muncul beriringan dengan terbitnya matahari.”“Wah, aku tak menyangka ternyata bahasa kita seindah itu.”Dika pun terkagum-kagum dengan dua diksi yang diucapkan oleh Alan. Dia merasa malu terhadap diri sendiri. Selama ini ia merasa bangga karena hapal begitu banyak singkatan gaul Bahasa Inggris. Baginya sih keren, tapi tidak lebih keren daripada Bahasa Indonesia.“Dika, karena kita adalah pemuda harapan bangsa, sudah menjadi kewajiban diri untuk merawat, mencintai, serta menjaga kemurnian Bahasa Indonesia. Belajar bahasa asing itu bagus, sangat bagus malahan. Tapi, gunakanlah di waktu dan keadaan yang tepat. Sekarang ada begitu banyak orang yang mencampur-adukkan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sehingga dijuluki keminggris. Mereka kira mereka keren? Padahal tidak. Dan lambat laun, bahasa kita sendiri yang berangsur tenggelam.”“Siap, Alan. Terima kasih telah menyadarkanku. Engkau benar-benar sahabat terbaikku. Saat ini juga aku ingin belajar lebih banyak tentang Bahasa Indonesia.”Alan dan Dika pun kembali ceria seiring dengan kabar langit yang mulai memamerkan cerahnya. Mereka bersiap-siap untuk memetik jagung di kebun dan segera menanti datangnya swastamita.****Nah, demikianlah tadi contoh cerpen singkat Sumpah Pemuda yang bertemakan pentingnya menjaga dan merawat keutuhan Bahasa Indonesia sebagai bahasa bermanfaat Baca Cerpen Bertema Kemerdekaan Memahamikondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan, dan upaya menjaga kesehatan lingkungan 3. Memahami sifat-sifat, perubahan sifat benda dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari II. KOMPETENSI DASAR 1. PKn : - Mengenal makna satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa - Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehariKompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Yaps benar sekali tanggal 28 oktober 2021, kita akan membahas tentang sumpah pemudaBertepatan di tanggal 27 dan 28 oktober 1928 di Batavia, terjadinya sebuah peristiwa kongres pemuda kedua di Batavia yang menegaskan 3 cita-cita yang kemudian dirumuskan dalam bunyi sumpah pemuda, walau diperingati setahun sekali, kamu bisa memaknai sumpah pemuda itu dalam kehidupan hal yang bisa dimaknai seperti mempelajari budaya yang ada di Indonesia karena pada poin pertama nya yaitu "kami putra putri Indonesia, mengakui bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia" yang dimana sesuai dengan semboyan kita yaitu "Bhineka tunggal ika" jadi apapun suku,ras,agama dan budaya orang disekitarmu jangan sampai kamu terpancing isu hoax memecah belah hubungan baik kita. yang dapat Maka sebaiknya yang kita lakukan ialah saling mempelajari budaya masing-masing dengan Cara biasanya seperti kita nongkrong, bercengkrama atau bahkan dizaman digitalisasi ini kamu bisa membaca atau memahami nya lewat internet nah kamu akan banyak sekali mempelajari yang namanya budaya satu sama lain begitu... Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
WCFuw.